Kabar Kalimantan

Terpidana Tipikor Alkes RSUD Diciduk di Apartemen Mewah Jakarta Barat

Hari Liewarnata merupakan warga Jalan Palapa III Kelurahan Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan.

Terpidana Tipikor Alkes RSUD Diciduk di Apartemen Mewah Jakarta Barat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HADI SUDIRMANSYAH
Hari Liewarnata alias Apin saat digiring tim eksekusi Jaksa di Bandara Supadio Pontianak 

TRIBUNKALTENG.COM, KUBURAYA - Beberapa waktu dinyatakan buron, Ir Hari Liewarnata MM alias Apin (48), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Sanggau terkait perkara tindak pidana korupsi (tipikor) Alkes RSUD Sanggau tahun 2014, dieksekusi tim Jaksa Gabungan Kejari Sanggau dan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) kejaksaan Agung RI‎ pada Rabu (6/2/2019) siang.

Hari Liewarnata merupakan warga Jalan Palapa III Kelurahan Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan.

Hari Liewarnata alias Apin ‎diamankan dari tempat tinggal lainnya di apartemen elitnya di Central Park Adeline ‎di Grogol Jakarta Barat pada sekitar pukul 12.00 WIB siang.‎

Dia jemput pasksa tim Eksekusi Kejari Sanggau yang dipimpin oleh Adityo Utomo bersama rekannya dan mendapatkan dukungan dari tim AMC Kejagung RI.

Mandala Shoji Mantan Pacar Vanessa Angel Masih Buron, Namanya Terancam Dicoret dari Daftar Caleg

Tangan Diborgol dan Pakai Baju Tahanan, Begini Penampakan Terkini Vanessa Angel

Setelah dieksekusi di Jakarta Hari Liewarnata alias Apin ini langsung diterbangkan menuju Kalbar dan kemudian di jebloskan ke Lapas Kelas II A Pontianak.

Di Lapas Kelas II A Pontianak Hari Liewarnata alias Apin ini langsung di sambut oleh petugas Lapas dan di periksa, perlengkapan pribadi milik sang kontraktor pelaksana proyek Alkes RSUD Sanggau ini seperti HP di sita oleh petugas Lapas.

c
Hari Liewarnata yang merupakan daftar pencarian orang Kejaksaan Negeri Sanggau usai dijemput paksa Kejari Sanggau dari Jakarta dan dibawa ke Lapas Klas IIA Pontianak, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (6/2/2019) malam. Hari merupakan pelaksana proyek yang memenangkan lelang dalam dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sanggau, proyek pekerjaan Pembangunan Jaringan Air Bersih Perkotaan Tahun Anggaran 2012. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)
c
Hari Liewarnata yang merupakan daftar pencarian orang Kejaksaan Negeri Sanggau usai dijemput paksa Kejari Sanggau dari Jakarta dan dibawa ke Lapas Klas IIA Pontianak, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (6/2/2019) malam. Hari merupakan pelaksana proyek yang memenangkan lelang dalam dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sanggau, proyek pekerjaan Pembangunan Jaringan Air Bersih Perkotaan Tahun Anggaran 2012. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Hari Liewarnata alias Apin saat turun mobil bersama tim eksekusi kejaksaan menuju Lapas Kelas II A Pontianak tak mengeluarkan sepatah kata apa pun, dia hanya menuruti perintah dari tim kejaksaan dan petugas Sipir saat di lakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya.

Kasipidsus Kejari Sanggau, Ulfan Yustian Arif mengklarifikasi kalau terpidana Hari Liewarnata alias Apin ini merupakan bukan DPO, tapi pihaknya melakukan eksekusi menjalankan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) No : 1218 K/Pid.Sus/2018.

"Dalam hal ini terpidana ini bukan DPO kami, melain terpidana yang harus kami eksekusi, sesuai putusan kasasi MA RI,"ujar Ulfan saat di konfirmasi wartawan pada Rabu malam di depan Lapas Kelas II A Pontianak.

Namun, Kasipidsus Kejari Sanggau ini membenarkan kalau terpidana Hari Liewarnata alias Apin ini beralamatkan di Pontianak, tetapi tim eksekusi berhasil mendapatkan terpidana ini sedang berada di apartemen mewah di Jakarta.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved