Modus Curanmor di Palangkaraya

Kasus Curanmor Meningkat Tajam, Pelaku Orang Luar Kalteng

Bahkan ada kecendrungan kasusnya malah bertambah , sehingga kerap membuat resah warga dan membuat petugas harus ekstra kerja keras dalam menuntaskanny

Kasus Curanmor Meningkat Tajam, Pelaku Orang Luar Kalteng
tribunkalteng.com/faturahman
Konperensi Pers Akhir tahun, ekspose kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Polda Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi persoalan yang mengkhawatirkan.

Bahkan ada kecendrungan kasusnya malah bertambah , sehingga kerap membuat resah warga dan membuat petugas harus ekstra kerja keras dalam menuntaskannya.

Berdasarkan data yang terhimpu di Polda Kalteng, jumlah tindak pidana curanmor tahun 2017 sebanyak 170 kasus sedangkan tahun 2018 mencapai 300 kasus, melonjak tajam.

Pelaku Curanmor Kembalikan Motor Curiannya, Curhat Kepada Korban di Selembar Kertas

Barcelona Vs Real Madrid dan Manchester City Vs Everton, Ini Jadwal Siaran Langsung TV Hingga Kamis

Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Rikwanto, saat ekspos akhir tahun, mengungkapkan, pelaku tindak kejahatan curanmor ternyata rata-rata dilakukan pihak luar Kalteng yang beroperasi mencari mangsa di Kalteng.

"Untuk jumlah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor memang cukup tajam lonjakannya jika dibandingkan dalam tahun 2018 lalu," ujarnya.

c
Sejumlah barbuk hasil Curnmor dimankan Polisi Polres Palangkaraya dan diaerahkan kepada pemilknya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Sebagian besar juga berkolaborasi dengan pemain dari Bumi Tambun Bungai sendiri. Para pencuri sepeda motor tersebut terbilang ahli, biasanya hanya bermodalkan kuncil T atau kuncil L.

Dalam beraksi pun tidak lama, sepeda motor bisa di curi hanya dalam waktu sekitar tiga sampai lima menit saja sudah bisa dibawa kabur terutama jenis motor tertentu.

Parahnya lagi, sepeda motor yang dicuri biasanya dijual kepada warga yang ada di pelosok seperti di perkebunan kelapa sawit atau tambang, bahkan dengan warga pinggirab kota.

"Motor curian biasanya ada penadahnya dijual kepada warga pinggiran yang tinggal di kawasan perkebunan atau tambang, juga warga biasa, harganya murah," ujar Suradi warga Parenggean," Minggu (3/2/2019).   (tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved