Dugaan Penganiayaan 2 Penyelidik KPK, CCTV Dirusak, Saut Yakin Polisi Tetap Mampu Ungkap Pelaku

Saut meyakini rusaknya kamera CCTV tidak banyak berpengaruh terhadap penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Sebab, kasus tersebut terbilang sed

Dugaan Penganiayaan 2 Penyelidik KPK, CCTV Dirusak, Saut Yakin Polisi Tetap Mampu Ungkap Pelaku
Ambaranie Nadia K.M
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang 

Pihaknya menduga, pihak Pemprov Papua telah memperoleh informasi sebelumnya tentang adanya kegiatan petugas KPK di hotel tersebut.

"Kami menduga sudah ada yang mengetahui, karena identitas melekat kepada mereka," ujarnya.

Sementara itu, atas kejadian ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pihak KPK mengkaji ulang SOP proses investigasi kasus.

KPK perlu mempertimbangkan kemungkinan informasi yang bocor hingga identitas pegawai tersebut terungkap dan mengalami dugaan penganiayaan.

"Kejadian kemarin membuat KPK perlu melakukan audit atas proses penyelidikan sebuah kasus yang sedang ditangani, apakah karena ada kebocoran informasi atau karena SOP yang tidak berjalan sesuai skenario," kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo.

Adnan menyebutkan, tugas menyamar atau undercover memang dibayang-bayangi risiko besar.

Ia menilai, KPK perlu membuat mekanisme pencegahan agar pegawai yang bertugas tidak terancam keselamatannya.

Pihak Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan tersebut.

Saat ini, mereka masih melakukan penyelidikan kasus tersebut, termasuk mengumpulkan alat bukti adan meminta visum kedua penyelidik KPK yang menjadi korban.

Namun, setelah dua hari kasus tersebut dilaporkan, pihak Polda Metro Jaya belum dapat mengidentifikasi para pelaku.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved