Pungli Dana Pembangunan 13 Masjid Korban Gempa, Oknum Pejabat Kemenag Ini Ditangkap

Pada Rabu siang, penyidik Polres Mataram menetapkan Ikbal sebagai tersangka baru dalam kasus pungli dana perbaikan masjid korban gempa.

istimewa
Relawan Kalteng saat menyaksikan langsung dampak gempa bumi di Lombok. 

TRIBUNKALTENG.COM, MATARAM - Seorang pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali itangkap atas dugaan pemerasan dana pembangunan masjid terdampak gempa.

M Ikbal, kepala Subbagian Tata Usaha (TU) Kemenag Lombok Barat, diringkus di rumahnya oleh petugas dari Unit Tindak Pidana Korupsi Reskrim Polres Mataram, Selasa (16/1) malam.

Selanjutnya, Ikbal langsung diperiksa di Mapolres Mataram, hingga Rabu (16/1). Pemeriksaan berlangsung tertutup di ruang Unit Tipikor.

Pada Rabu siang, penyidik Polres Mataram menetapkan Ikbal sebagai tersangka baru dalam kasus pungli dana perbaikan masjid korban gempa.

Fenomena Aneh, Ribuan Belalang Hitam di Masjidil Haram, Ini Foto-fotonya

Kirim Foto & Video Panas ke Mucikari, Begini Cara Vanessa Angel Cari Pelanggan

Sebelumnya, polisi telah terlebih dahulu menetapkan BA, stad Kantor Urusan Agama (KUA) Gunungsari, Lombok Barat, sebagai tersangka kasus yang sama.

Kapolres Mataram, AKBP Saipul Alam mengatakan, Ikbal ditangkap di kediamannya, berikut barang bukti berupa uang Rp 55 juta dalam pecahan Rp 100.000.

Sebelumnya, polisi sudah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) staf Kementerian Agama (Kemenag) yang melakukan tindakan pemerasan. Pelaku berinisial BA, staf KUA Gunungsari, Lombok Barat.

"Jadi penangkapan IK (Ikbal--Red) ini merupakan pengembangan OTT terhadap tersangka BA. Hubungan tersangka IK dan BA, yakni bekerja sama memungut jatah 20 persen pada pengurus masjid," kata Alam, di Mapolres Mataram, Rabu.

"Jika tidak (memberikan jatah), mereka mengancam proses pembangunan akan bermasalah. Tak ingin ada masalah, dengan terpaksa pengurus masjid mengamini permintaa kedua tersangka ini," imbuhnya.

Alam juga menjelaskan, kedua tersangka membagi wilayah masjid yang dimintai jatah dari dana bantuan tersebut, namun sementara ini hanya masjid di wilayah Lombok Barat, yang diperas.

Untuk sementara, para tersangka mengaku, memeras 13 masjid, terdiri atas 4 masjid di Kecamatan Gunungsari, 4 masjid di Lingsar, dan 5 masjid di Batu Layar.

"Pengambilan jatah dana bantuan itu variatif 10 persen sampai 20 persen," kata Alam.

Dari hasil pemeriksaan, kata Alam, BA menyetorkan uang ini kepada Ikbal. Pungutan liar atas dana perbaikan masjid korban gempa itu juga atas ide dan gagasan Ikbal.

"IK memerintahkan BA untuk melakukan pungutan liar terhadap pengurus-pengurus masjid yang diberikan dana oleh pemerintah," ucap Alam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved