Kabar Pulangpisau

Pekerja Sawit Ditemukan Tewas di Kebun Pulangpisau, Pelaku Ternyata Masih Rekan Kerja

saat ditemukan jenazahnya, terlihat luka robek di bagian leher kiri, leher bagian belakang, tangan sebelah kanan dan lutut sebelah kanan.

Pekerja Sawit Ditemukan Tewas di Kebun Pulangpisau, Pelaku Ternyata Masih Rekan Kerja
Foto dari Polres Pulang Pisau
Erwin dan Yulius, dua pelaku yang diamankan Jajaran Polres Pulang Pisau. 

Disesuaikan dengan keterangan pelaku bahwa memang ada membunuh korban di area kebun sawit bersebelahan dengan tempat pelaku memanen sawit.

Kedua pelaku yakni Erwin Tangkomang (22) dan Yulius Nataniel Banik (19), pendatang dari Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor Provinsi NTT. Kini keduanya pun mendekam di balik jeruji tahanan Polres Pulang Pisau.

Informasi didapat keduanya diamankan masih di sekitaran area kerja mereka, Jumat (4/1) subuh lalu.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon Digul Manra membenarkan bahwa pihaknya telah mengungkap cepat kasus pembunuhan pekerja sawit tersebut.

"Telah kami amankan dua orang pelaku yang saat ini masih kami mintai keterangan. Untuk motif masih didalami dan menunggu hasil penyidikan," jelas Kasat Reskrim.

Sebelumnya pihaknya juga telah melakukan Olah TKP dan meminta pelaku untuk menunjukan barang bukti.

Dimana diketahui pelaku menghabisi korbannya dengan alat dodos atau alat yang dipergunakan untuk memanen buah sawit terbuat dari kayu, panjang kurang lebih 170 sentimeter dengan mata pisau terbuat dari besi baja.

Setelah dilakukan interogasi terhadap kedua pelaku, diakui oleh pelaku antas nama Erwin kalau ialah yang melakukan pembunuhan terhadap korban.

Penganiayaan berujung tewasnya korban itu dilakukan, Kamis (3/1) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pada saat itu korban sedang duduk beristirahat di bawah pohon sawit setelah memanen. Kemudian pelaku mengambil satu buah dodos alat pemanen buah sawit dari arah belakang korban kemudian menyerang dan mengarahkan dodos ke leher korban.

Halaman
123
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved