Simpang Siur Berita Bencana dari Informasi Awal, Ini Penjelasan BMKG

BMKG awalnya mengatakan bahwa bencana yang menerpa Banten dan Lampung bukan merupakan tsunami.

Simpang Siur Berita Bencana dari Informasi Awal, Ini Penjelasan BMKG
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Personel Basarnas Lampung berada di tengah lokasi terparah yang terdampak tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018. 

Kemudian informasi disebar melalui humas BMKG.

Kapasitas BMKG sejauh ini baru sebatas deteksi gempa tektonik, bukan gempa vulkanik.

Ada pihak lain yang berwenang jika fenomena yang terjadi berkaitan dengan aktivitas vulkanik.

"Oleh karenanya, itu tidak dapat terpantau oleh sensor gempa tektonik milik BMKG, karena lebih dari 90% kejadian tsunami di Indonesia diakibatkan gempa tektonik," kata Dwikorita.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap percaya kepada BMKG.

"Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya lewat sosial media BMKG yang selalu meng-update informasi cuaca iklim gempa tektonik dan tsunami. Mohon tidak mudah terpancing isu-isu menyesatkan sehingga membuat masyarakat di sana resah," ujar Dwikorita.

"Mohon dengan sangat masyarakat kita sudah susah menjadi korban bencana jangan ditambah dengan hoaks lainnya. Mohon tetap percaya kepada info BMKG dan terkait kegunungapian percaya pada aplikasi magma Indonesia milik PVMBG," pungkasnya.

Warga panik mendengar peringatan tsunami dan berlarian ke tempat yang lebih tinggi, Minggu (23/12/2018). (KOMPAS.com/Acep Nazmudin)
Hingga saat ini, petugas berwenang masih melakukan evakuasi terhadap korban tsunami di wilayah terdampak dari Banten hingga Lampung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan bahwa korban tsunami di Selat Sunda terus bertambah.

Tim SAR gabungan terus beroperasi.

Data sementara hingga 24/12/2018 pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.

Diperkirakan korban masih bertambah.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan situs: http://hot.grid.id/read/181274928/dikritik-soal-simpang-siur-informasi-bmkg-informasi-yang-penting-cepat-agar-masyarakat-tidak-panik?page=3

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved