Simpang Siur Berita Bencana dari Informasi Awal, Ini Penjelasan BMKG

BMKG awalnya mengatakan bahwa bencana yang menerpa Banten dan Lampung bukan merupakan tsunami.

Simpang Siur Berita Bencana dari Informasi Awal, Ini Penjelasan BMKG
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Personel Basarnas Lampung berada di tengah lokasi terparah yang terdampak tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018. 

"Ini yang perlu diluruskan. Jadi cara BMKG memberikan informasi itu yang penting cepat agar masyarakat tidak panik," ungkap Dwikorita saat ditemui Kompas.com pada konferensi pers 24 Desember 2018 di kantor BMKG.

Dwikorita juga menyebutkan bahwa ada beberapa fenomena yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan.

"Dan fenomenanya itu kan beberapa, fenomena yang terjadi. Peringatan dini itu kan tentang gelombang tinggi. Sehingga yang di sosial media yang diberitakan itu gelombang tinggi," lanjutnya.

Kemudian, ada informasi tambahan dari badan geologi terkait erupsi Anak Krakatau.

Jadi, bukan ralat melainkan tambahan informasi.

"Kemudian itu tidak diralat tapi tambahan informasi baru bahwa badan geologi menginformasikan ada erupsi," kata Dwikorita.

"Nah informasi itu diperoleh setelah informasi berdasarkan pantauan ada gelombang tinggi. Setelah ada informasi dari tidegauge dan vulkanologi berarti kami simpulkan fenomena itu bareng. Jadi dua-duanya benar," lanjutnya lagi.

Dwikorita juga menampik asumsi bahwa BMKG kurang profesional dalam melakukan tugas.

Menurut Dwikorita, BMKG sudah menginformasikan sesuai dengan alur yang tepat.

Alur informasinya adalah sebagai berikut: ahli yang ada di stasiun pemantauan dan di pusat melakukan koordinasi terkait fenomena yang terjadi.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved