Kabar Dunia

Dugaan Diskriminasi dan Pelanggaran HAM, ''Pemerintah Harus Bela Muslim Uighur''

Banyak para tahanan yang dipenjara untuk waktu yang tak ditentukan dan tanpa dakwaan.

Dugaan Diskriminasi dan Pelanggaran HAM, ''Pemerintah Harus Bela Muslim Uighur''
Getty Images
Muslim Uighur merasa selama ini mengalami diskriminasi di Xinjiang. 

Dalam Universal Periodic Review di UN November lalu, imbuh Fadli sebenarnya masyarakat berharap ada suara tegas dari pemerintah Indonesia.

Namun sayangnya, sikap tersebut sama sekali tidak tercermin dalam pernyataan perwakilan pemerintah Indonesia.

Padahal apa yang dialami muslim Uighur bukan hanya sekedar diskriminasi agama, namun juga sudah suatu tindak pelanggaran HAM.

“Kerja sama ekonomi yang sedang dijalin Indonesia dengan China, tidak bisa menjadi alasan Indonesia untuk tetap diam atas nasib jutaan muslim Uighur yang teraniaya. Politik luar negeri kita menganut prinsip bebas aktif. Sikap Indonesia jelas tidak bisa didikte oleh siapapun," katanya.

"Termasuk oleh China. Selain Indonesia memiliki peran alamiah sebagai negara muslim, menjaga ketertiban dunia adalah mandat konstitusi. Mandat konstitusi tak bisa dijalankan hanya dengan bersikap netral atau pasif saja. Harus ada ketegasan,“ kata Fadli.

"Saya melihat pemerintah bahkan punya modal melakukan upaya persuasif terhadap China. Hal ini sangat mungkin dilakukan karena ada kedekatan hubungan pemerintah sekarang dengan RRC," sambungnya.

Tinggal mau atau tidak. Apalagi, lanjutnya lagi, sejumlah elite di lingkaran pemerintah saat ini memiliki hubungan yang baik dengan elite pemerintah di China.

Semestinya, ia berharap ini menjadi modal tambahan bagi Indonesia untuk bersikap lebih aktif.

Membebaskan jutaan muslim Uighur yang saat ini ditahan di political camp di Xinjiang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Harus Bela Muslim Uighur, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/12/15/pemerintah-harus-bela-muslim-uighur?page=2.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved