Kabar Kalimantan

Lokasi di Ujung Wilayah Kabupaten, Harga Daging Ayam di Long Apari Sentuh Rp 400 Ribu per Ekor

Sengiru menegaskan, warga Kampung Long Apari tidak merasa kesulitan jika ingin menyantap lauk daging ayam.

TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Kepala Kampung Long Apari, Sengirau Hang dampingi rombongan Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, melihat kondisi situasi perkampungan yang ada di Jl Ami Hiung RT 003 Kampung Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kaltim Selasa (27/11/2018) pagi. 

 
TRIBUNKALTENG.COM, LONG APARI – Berada di paling ujung Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, harga pangan lauk pauk daging ayam petelur di Kampung Long Apari belum menyentuh angka jutaan.

Harga pasaran daging ayam di Kampung Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur tidak sampai menyentuh di angka Rp 1 juta.

Daging ayam petelur jenis broiler yang didatangkan dari luar Kampung Long Apari biasanya paling mahal kena harga Rp 400 ribu per ekor.

Demikian disampaikan Kepala Kampung Long Apari, Sengirau Hang, saat berbincang dengan Tribunkaltim.co di Lamin Adat Koruhun Daro Kampung Long Apari pada Selasa (27/11/2018) pagi.

Harga Karet Terus Anjlok, Pemilik Lahan Jual Kebun untuk Lokasi Tambang dan Sawit

Berawal dari Nasabah dan Sering Dipijat, Pemuda 25 Tahun Nikahi Nenek 56 Tahun

Ia menjelaskan, kebutuhan pakan daging ayam di Kampung Long Apari biasanya ada dua cara, yakni diperoleh dari warga sendiri dan membeli dari luar daerah seperti beli dari Kampung Long Bagun.

“Di sini ada warga yang pelihara ayam. Tidak beternak, hanya pelihara saja dan dikonsumsi sendiri. Ada yang membeli dari luar kampung tapi harganya paling mahal rata-rata Rp 400 ribu per ekornya. Ayam broiler yang besar,” ujarnya.

Sengiru menegaskan, warga Kampung Long Apari tidak merasa kesulitan jika ingin menyantap lauk daging ayam.

Jika membeli, mendatangkan dari luar Kampung Long Apari berisiko kena harga mahal.

“Mahal-mahalnya tidak pernah sampai harga Rp 1 juta,” katanya.

Hal senada disampaikan, Yustinus Ibo Huluy, Ketua Dewan Adat Dayak Mahakam Ulu yang lahir dan besar di Kampung Long Apari, menyatakan, komoditi daging ayam di Long Apari tidak pernah mencapai angka Rp 1 juta.

“Dahulu yang pernah sampai harga Rp 1 juta itu komoditi beras, pernah sampai segitu (Rp 1 juta per karungnya). Ini waktu musim kemarau panjang, susah mengantarnya ke Kampung Long Apari. Sungai kering, perahu tidak bisa lewat. Ayam potong pernah mencapai harga Rp 400 ribu per ekor,” ujar Huluy.

Menurut Sengiru, Kepala Kampung Long Apari lagi, ke depan, pemerintahan kampung di tahun depan akan mengajukan dana desa yang diperuntukan bagi pengembangan ekonomi kerakyatan dengan memilih pengengembangan ternak daging ayam.

“Kami akan ajukan pakai dana desa, usaha ternak ayam disini (Kampung Long Apari) agar pemenuhan daging ayam bisa terpenuhi dan harga bisa ditekan. Selama ini warga hanya sekedar pelihara ayam saja, tahun depan harus ada yang mau ternak besar-besaran,” tegasnya.

Dia ingin, pengembangan ternak daging ayam di Kampung Long Apari akan menjadi semacam Badan Usaha Milik Kampung yang nantinya bisa memberi kelancaran perputaran roda ekonomi masyarakat setempat.

“Kami akan masukan usaha kampung memakai dana desa, mungkin mau belanja pengadaan bibit ayam. Termasuk kami juga mau buat usaha perikanan, ikan lele atau ikan tebelaq,” ungkap Sengiru. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Harga Daging Ayam di Kampung Long Apari Sentuh Rp 400 Ribu per Ekor!, http://kaltim.tribunnews.com/2018/11/30/harga-daging-ayam-di-kampung-long-apari-sentuh-rp-400-ribu-per-ekor?page=2.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved