Sains

Abad Kegelapan, Inilah Tahun Terburuk dalam Sejarah Manusia Menurut Sains

Para sejarawan telah lama mengetahui bahwa pertengahan abad keenam adalah Abad Kegelapan, tetapi sumber dari awan misterius ini masih menjadi teka-tek

Abad Kegelapan, Inilah Tahun Terburuk dalam Sejarah Manusia Menurut Sains
Thomas Cole/ New York Historical Society
Jatuhnya Kekaisaran Romawi disebabkan oleh kelaparan dan wabah yang terjadi pada 536, menurut studi baru. 

TRIBUNKALTENG.COM -  Pemanasan global, politik, dan ekonomi mungkin membuat Anda merasa bahwa ini adalah zaman terburuk bagi manusia.

Namun, ternyata ini tidak ada apa-apanya dengan tahun 536.

Bahkan, ketika Black Death atau Maut Hitam menghancurkan Eropa pada 1349 dan flu merenggut ratusan nyawa pada tahun 1918, dua tahun itu tidak ada apa-apanya dibanding masa terkelam dalam sejarah manusia tersebut.

140 Anak Dikorbankan dan Dikubur Massal, Ritual Terbesar dalam Sejarah Itu Kini Ditemukan

Dalam Pembangunan, Begini Penampakan Masjid 99 Kubah di Makassar

Menurut Michael McCormick, sejarawan untuk abad pertengahan dari Harvard University, tahun 536 adalah waktu yang paling kelam bagi manusia.

"Jika bukan tahun terburuk, Ini adalah awal dari periode terburuk untuk hidup," kata Michael McCormick, yang penelitiannya ini diterbitkan dalam jurnal Antiquity.

Menurut catatan sejarah yang ditulis oleh Procopius, sejarawan dari Bizantium yang juga hidup pada era 536, matahari sepanjang tahun itu hanya seterang bulan karena tertutup awan misterius.

Pada tahun tersebut, suhu musim panas bahkan hanya 1,5 hingga 2,5 derajat celcius.

Para sejarawan telah lama mengetahui bahwa pertengahan abad keenam adalah Abad Kegelapan, tetapi sumber dari awan misterius ini masih menjadi teka-teki.

Analisis es dari gletser Swiss oleh tim yang dipimpin oleh McCormick dan ahli glasiolog, Paul Mayewski dari University of Maine (UM) di Orono, memperkirakan bahwa penyebab abad kegelapan ini adalah meletusnya gunung berapi dahsyat di Islandia pada awal 536.

Gunung tersebut memuntahkan abu di belahan bumi utara yang meluas dan memicu " Zaman Es Kecil Antik Akhir".

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved