Kasus Baiq Nuril, Begini Isi Kesaksian Lengkap Para Guru yang Terungkap dalam Persidangan

Setelah rekaman percakapan antara Baiq Nuril Maknun dan Haji Muslim disalin oleh Haji Imam Mudawin, Husnul Aini pun berkesempatan mendengarkan rekaman

Kasus Baiq Nuril, Begini Isi Kesaksian Lengkap Para Guru yang Terungkap dalam Persidangan
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. 

Dijelaskannya, Baiq Nuril Maknun kemudian mentransfer rekaman percakapan antara yang bersangkutan dengan Haji Muslim hingga rekaman itu berhasil ditransfer dan disimpan dalam laptop milik Haji Imam Mudawin.

Setelah rekaman berhasil ditransfer dan disimpan di laptopnya, Haji Imam Mudawin lalu memutar rekaman tersebut disaksikan oleh Husnul Aini.

Bahasa yang digunakan dalam percakapan yang dimaksud merupakan campuran antara Bahasa Sasak dengan Bahasa Indonesia.

Menurutnya, rekaman tersebut menceritakan tentang cara berhubungan intim antara Haji Muslim dengan Landriati yang merupakan Bendahara SMAN 7 Mataram kala itu.

Selanjutnya, Haji Imam Mudawin memutar dan mendengarkan rekaman yang berhasil disimpan di laptopnya bersama Muhajidin.

Melalui Mulhakim atas permintaan Haji Muslim sebagai pria dalam percakapan itu, Haji Imam Mudawin pun menghapus rekaman tersebut pada Desember 2014.

Sebelum menghapus data rekaman itu, Haji Imam Mudawin telah mem-back-up dan menyimpannya di "Drive D".

Dalam persidangan, Haji Imam Mudawin memperagakan bagaimana cara menyalin data rekaman percakapan antara Haji Muslim dengan Baiq Nuril Maknun.

Beberapa keterangan Haji Imam Mudawin ini dibantah oleh Baiq Nuril Maknun. Sebab terdapat hal yang menurutnya tidak benar. Antara lain perihal yang aktif menghubungi dan meminta rekaman itu serta tentang siapa yang menyambungkan ponsel dengan laptop menggunakan kabel data.

"Yang benar adalah saksi Haji Imam Mudawin yang selalu menanyakan dan meminta data rekaman pembicaraan atau percakapan antara Haji Muslim dan Terdakwa tersebut, yang akan digunakan untuk data laporan Haji lmam Mudawin ke DPRD Kota Mataram. Dan yang mencolokkan kabel data ke handphone Terdakwa dan ke perangkat komputer laptop milik saksi tersebut adalah saksi Haji imam Mudawin sendiri, bukan Terdakwa." Demikian bantahan Baiq Nuril Maknun dalam Putusan PN Mataram.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved