Breaking News:

Bisnis dan Ekonomi

Merpati Air Bakal Terbang 2019, Bagaimana Peluangnya Setelah Sejumlah Rute Diambil Maskapai Lain?

Mengusung mesin turbin jet ganda, avionik canggih nan modern, MC-21 bakal bersaing dengan Airbus 320 dan Boeing 737 Max.

Editor: Mustain Khaitami
Tribunnews.com
Merpati Airlines. 

Pengamat penerbangan ini juga menyarankan agar Merpati Air bermain di penerbangan Indonesia Timur dengan kualifikasi bandara yang telah ia sebutkan.

Selain itu, Arista juga berpendapat bahwa Merpati Air harus melakukan transformasi manejemen dan merekrut staf yang profesional agar berhasil.

Namun, ia tidak sepakat dengan keputusan pihak Merpati Air yang akan menggunakan pesawat Rusia Irkut MC-21 sebagai armada barunya.

Diketahui, Merpati Air tidak menggunakan pesawat besutan Boeing maupun Airbus seperti yang banyak digunakan oleh maskapai di Indonesia.

"Penerbangan komersial di Indonesia itu kurang akrab dengan pesawat produksi Rusia. Menurut saya, seharusnya Merpati membeli pesawat yang turbo propeller saja," kata Arista.

Lebih lanjut, Arista menyebutkan bahwa mencari pilot yang ramah dengan pesawat buatan Rusia juga dinilai sulit.

"Cari pilot tipe pesawat Rusia kan sangat sulit di pasaran, kedua dengan simulatornya, ketiga dengan teknisi peralatan-peralatannya. Jadi harus dipikirkan SDM di belakang pesawat model baru ini," pungkasnya.

Dikutip dari Grid.id, Rusia Irkut adalah perusahaan yang kurang dikenal, tetapi dengan diperkenalkannya pesawat MC-21 membuat nama perusahaan ini dikenal di panggung global.

Pesawat ini memiliki kapasitas penumpang 150-212 orang.

Mengusung mesin turbin jet ganda, avionik canggih nan modern, MC-21 bakal bersaing dengan Airbus 320 dan Boeing 737 Max.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved