Sains

Matahari Buatan China Panasnya Capai 100 Juta Derajat Celcius

Setelah rencana meluncurkan bulan buatan sebagai pengganti cahaya lampu, China kini diketahui sedang mengembangkan sebuah matahari buatan.

Matahari Buatan China Panasnya Capai 100 Juta Derajat Celcius
ist/NASA
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Setelah rencana meluncurkan bulan buatan sebagai pengganti cahaya lampu, China kini diketahui sedang mengembangkan sebuah matahari buatan.

Matahari buatan tersebut bisa dianggap sebagai titik penting usaha global untuk menghasilkan energi dari proses fusi nuklir.

Proses tersebut biasanya hanya terjadi dari Matahari.

Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma China mengumumkan minggu ini, plasma dalam proyek penelitian bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) yang disebut "matahari buatan" telah mencapai 100 juta derajat Celcius.

China Segera Orbitkan Bulan Buatan ke Angkasa, Ini Tujuannya

Turun, Hingga Oktober 2018 Utang Pemerintah Capai Rp 333,7 Triliun

Angka tersebut adalah suhu yang diperlukan untuk mempertahankan fusi.

Sebagai perbandingan, suhu di sekitar Matahari sekitar 15 juta derajat Celcius.

Itu artinya, plasma di "matahari buatan" China ini enam kali lebih panas dari Matahari sebenarnya.

Associate Professor Matthew Hole dari Australian National University mengatakan pencapaian China tersebut merupakan hal penting dalam perkembangan keilmuan fusi nuklir.

"Ini tentu saja merupakan langka penting dalam program fusi nuklir CHIna dan juga perkembangan penting bagi dunia," kata Dr Hole kepada ABC.

Dia menambahkan, pengembangan reaktor fusi nuklir bisa menjadi solusi bagi permasalahan energi global.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved