Ekonomi dan Bisnis

Ini Utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group Saat Diambil Alih City Link

Operasional Sriwijaya Air melalui Kerja Sama Operasi (KSO) kini telah diambil alih Garuda Indonesia melalui anak usahanya, City Link.

Editor: Hari Widodo
Sriwijaya Air 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA -Operasional Sriwijaya Air melalui Kerja Sama Operasi (KSO) kini telah diambil alih Garuda Indonesia melalui anak usahanya, City Link.

Seiring dengan itu pula, Kini keseluruhan keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk keuangannya  berada di bawah pengelolaan KSO tersebut.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengungkapkan, KSO ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuanganya.

Pemuda Ini Nekat Bakar Diri dan Mantan Kekasih Gegara Ajakan Balikan Ditolak

Pasca Berpisah dari Ahok, Veronica Tan Tak Lagi Gunakan Nama BTP di Akun Instagram

23 Jam Sebelum Ajal Menjemput, Gemeletuk Kematian Ini Terdengar dari Dalam Tubuh Manusia

"Termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen-komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” kata Ari.

Lantas, berapa besar utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group?

Mengutip laporan keuangan Garuda Indonesia September 2018, Sriwijaya Air memang memiliki utang kepada Garuda Indonesia Group. Pada periode tersebut, maskapai penerbangan swasta itu memiliki utang jangka panjang sebesar 9,33 juta dollar AS atau sekitar Rp 135 miliar (kurs Rp 14.600).

Utang tersebut untuk pengerjaan overhaul 10 engine CFM56-3. Pembayarannya akan dilunasi melalui angsuran selama 36 bulan. 

"Sementara itu, jumlah yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar 4.320.000 dollar AS," bunyi laporan tersebut.

Selain utang tersebut, Sriwijaya Air sebelumnya juga memiliki kewajiban kepada Garuda Indonesia, sebesar 6,28 juta dollar AS dan Rp 119,77 miliar (setara 8,7 juta dollar AS.

Namun, piutang Garuda tersebut kemudian diambil alih oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada Juli 2018 melalui fasilitas Open Account Financing.

Dengan demikian, jika dijumlahkan total utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group mencapai 24,32 juta dollar AS atau sekitar Rp 355 miliar.

Sebagaimana diketahui, Garuda Indonesia Group, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Air Terjun di Nganjuk Ini Mendadak Berwarna Hitam Pekat, Begini Penjelasan BNPB

Pendaftaran Bakal Calon Rektor IAIN Palangkaraya Dibuka Lagi, Ini Jadwal Lengkapnya

Hal ini direalisasikan dalam bentuk serja sama operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSO tersebut telah ditandatangani pada tanggal 9 November 2018.

Sementara itu, CEO Sriwijaya Air Chandra Lie menyatakan bersyukur bahwa Sriwijaya Air bisa menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia.

"Kami bisa bekerjasama KSO ini dengan Garuda Indonesia Group, airline terbaik dan terbesar di Indonesia untuk maju, modern dan berkelanjutan bersama," kata Chandra Lie.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Operasional Diambil Alih Citilink, Berapa Utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group?"

(Penulis : Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved