Sains

Tenggelam Sejak 2.400 Tahun Silam di Dasar Laut, Bangkai Kapal Kapal Kuno Masih Utuh

Bahkan, tulang belulang ikan yang dimakan oleh para awak kapal juga masih terekam di sana.

Tenggelam Sejak 2.400 Tahun Silam di Dasar Laut, Bangkai Kapal Kapal Kuno Masih Utuh
via Kompas.com
Kapal karam tertua yang tenggelam di dasar laut hitam. Kapal ini diperkirakan berusia 2.400 tahun dari Yunani Kuno. 

TRIBUNKALTENG.COM - Sekelompok tim arkeolog belum lama ini menemukan bangkai kapal tertua yang karam pada titik 2.000 meter di dasar Laut Hitam.

Menurut perhitungan, kapal itu berusia sekitar 2.400 tahun. Kapal dengan panjang sekitar 23 meter itu tampaknya berasal dari Yunani Kuno yang mungkin digunakan untuk kapal dagang.

Namun, hal itu belum dapat dipastikan karena para ahli belum jelas mengetahui isinya. Menariknya, kapal tertua ini masih utuh. Lengkap dengan tiang kapal, kemudi, sampai bangku-bangku yang digunakan awak kapal untuk mendayung.

Bahkan, tulang belulang ikan yang dimakan oleh para awak kapal juga masih terekam di sana.

Baca: Peraturan Tes SKD CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Ada Pemeriksaan Fisik dan Identitas

Baca: Alis Tebal Sudah Ada Sejak Yunani Kuno, Bukan Disulam atau Ditulis, Tapi Ditempeli Kulit Tikus!

Baca: Rekaman Video Ungkap 24 Kecurangan Conor McGregor kepada Khabib Nurmagomedov di UFC 229

Tenggelam di dasar laut yang sangat dalam, tentu saja ahli tidak menyelam untuk membuktikannya secara langsung.

Sebagai gantinya, mereka mengirim robot penyelam yang dioperasikan dari jarak jauh. Robot ini jugalah yang mengambil data untuk penanggalan karbon sehingga ahli dapat memperkirakan berapa usianya.

"Seonggok kapal utuh yang datang dari dunia kuno ternyata tersimpan baik pada jarak dua kilometer di bawah permukaan Laut Hitam yang jaraknya. Hal ini seperti keajaiban yang sulit dipercaya," kata peneliti utama proyek tersebut, Jon Adams dari Universitas Southampton di Inggris.

Adams percaya, temuan kapal ini akan mengubah pemahan orang modern tentang pembuatan kapal dan pelayaran di masa lalu.

Dilansir Science Alert, Selasa (23/10/2018), ada dua alasan mengapa kapal itu ditemukan dalam kondisi masih sangat bagus.

Pertama, kapal itu tenggelan ke dasar perairan anoxic yang tingkat oksigennya sudah habis sehingga tidak bisa menghancurkan kapal.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved