Massa Ngamuk Dengar Isu Napi Tewas Setelah Ditangkap, Mapolsek Bendahara di Aceh Tamiang Dibakar

Namun Misbahul mengatakan bahwa saat ini kondisi di Mapolsek sudah kondusif dan terkendali.

Massa Ngamuk Dengar Isu Napi Tewas Setelah Ditangkap, Mapolsek Bendahara di Aceh Tamiang Dibakar
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Api berkobar di Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (23/10/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM - Video massa mengamuk dan membakar Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Bendahara, di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, beredar Selasa (23/10/2018) siang.

Kejadian tersebut diunggah oleh pemilik akun Facebook Ali Hasyimi dan dibagikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar membenarkan adanya pembakaran yang dilakukan massa.

Baca: Kapolsek Nyamar Jadi Kernet Truk, Terungkap Hasil Pungli Sebulan Capai Rp 60 Juta

Baca: Ini Hasil Lengkap Champions yang Ditandai 2 Insiden Kala Laga AS Roma Kontra CSKA Moskva

Baca: Selain Sscn.bkn.go.id, Cek Info Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Kemenag di SINI

Namun Misbahul mengatakan bahwa saat ini kondisi di Mapolsek sudah kondusif dan terkendali.

"Alhamdulillah, sudah kondusif dan saat ini masyarakat sedang berdialog dengan Wakil Kepala Polisi Resor Aceh Tamiang," sebut Misbahul via aplikasi WhatsApp.

Amukan massa tersebut dipicu oleh adanya isu bahwa ada tahanan yang meninggal di mapolsek tersebut.

Tahanan yang meninggal tersebut yakni napi kasus narkoba yang ditangkap pada malam hari dan dilaporkan meninggal pada pagi harinya.

Mendengar kabar tersebut, massa kemudian mendatangi mapolsek dan membakar gedung utama juga membakar parkir kendaraan.

Tiga sepeda motor yang diparkir turut dibakar massa.

Personel jaga mapolsek yang kalah jumlah menyelamatkan diri lari dari lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan dan detail peristiwa dari polisi terkait insiden itu.

Simak videonya di bawah ini! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved