Sains

China Segera Orbitkan Bulan Buatan ke Angkasa, Ini Tujuannya

Bulan buatan merupakan satelit dengan cermin luar angkasa berukuran raksasa yang bisa memantulkan sinar matahari ke Bumi.

metro.co.uk
Ilustrasi - Penampakan planet bumi dari permukaan bulan. 

TRIBUNKALTENG.COM - China semakin menunjukkan taringnya untuk bersaing dengan negara adikuasa dalam bidang teknologi antariksa.

Terbaru, China mengumumkan siap meluncurkan misi ambisiusnya, berupa bulan buatan tangan manusia ke angkasa.

Bulan buatan merupakan satelit dengan cermin luar angkasa berukuran raksasa yang bisa memantulkan sinar matahari ke Bumi.

Proyek yang diinisiasi oleh Institut Chengdu, Provinsi Sichuan, China Barat Daya itu akan membuat tiga bulan.

Baca: Mengerikan! Ini yang Bakal Terjadi Jika Bulan Menghilang dari Orbit Bumi

Baca: Wali Kota Gerebek Prostitusi Online, Pelaku Mengaku Layani 5 Pria dalam Sehari

Baca: Cuplikan Suporter Masuk ke Lapangan di Laga Sriwijaya FC Vs PSMS Medan

Wu Chenfung sebagai Kepala Lembaga Penelitian Sains dari institusi tersebut mengatakan, berdasarkan rencana penelitian yang meliputi verifikasi peluncuran, injeksi robot, pembongkaran, pencahayaan, penyesuaian, dan pengendalian, bulan buatan manusia ditargetkan selesai pada 2020 dan siap mengorbit pada 2022.

"Pada saat itu, tiga bulan dengan cermin besar akan membagi bidang orbit 360 derajat dan menerangi suatu daerah selama 24 jam terus menerus," kata Wu dilansir People's Daily, Selasa (16/10/2018).

Wu melanjutkan, sinar matahari yang dipantulkan bisa menerangi area seluas 3.600 sampai 6.400 kilometer persegi, dengan intensitas cahaya delapan kali lebih terang dari cahaya bulan.

Untuk informasi, Bulan mengorbit Bumi sekitar 380.000 kilometer dari Bumi.

Sementara bulan buatan manusia diperkirakan akan diletakkan di orbit dalam jarak sekitar 500 kilometer dari bumi.

Menanggapi kekhawatiran apakah cahaya bulan buatan manusia akan mengganggu siklus siang-malam normal hewan dan tumbuhan, Wu mengatakan intensitas cahaya dan waktu iluminasi dapat disesuaikan dan akurasi iluminasi bisa dikontrol dalam jarak beberapa meter.

Saat bulan buatan mengorbit, orang hanya akan melihat bintang terang di langit yang menyinari jalanan suatu daerah.

Proyek ini memang bertujuan untuk penerangan jalan dan penghematan listrik.

Jika di malam hari mendadak mati listrik, tak ada masalah karena orang tetap bisa beraktivitas.

"Kalau bulan buatan menerangi area seluas 50 kilometer persegi, artinya kita dapat menghemat 1,2 miliar yuan muatan listrik".

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved