Sains

Gatal Kok Harus Digaruk? Ternyata Ini Penjelasannya

Secara teknis, gatal atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai pruritus merupakan sebuah reaksi alami untuk melindungi kulit dari parasit

Gatal Kok Harus Digaruk? Ternyata Ini Penjelasannya
rumahzakat.org
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Secara teknis, gatal atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai pruritus merupakan sebuah reaksi alami untuk melindungi kulit dari parasit dan penumpukan sel-sel mati.

Satu dekade lalu, para ilmuwan masih berpikir gatal merupakan jenis lain dari rasa sakit, tapi dalam bentuk lebih ringan yang menggunakan reseptor serupa di epidermis untuk menyampaikan pesan kimia dan listrik ke tulang belakang dan ke otak untuk mengatakan sesuatu yang menyakitkan.

Namun, kita sekarang tahu gatal sebenarnya memiliki sirkuit spesifiknya sendiri yang melibatkan senyawa kimia dan selnya sendiri.

Sebagai lapisan paling luar dari tubuh, akan menjadi masuk akal ketika kulit secara biologis mengembangkan sistem pertahanan diri seperti menggaruk.

Baca: Selangkangan Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Baca: Cek di sscn.bkn.go.id, Ini Jadwal Pengumuman Verifikasi Administrasi CPNS 2018

Baca: Aceh Barat Digoncang Gempa Senin Malam, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Namun, hingga saat ini para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami bagaimana gatal dan garuk berubah menjadi sensasi kenikmatan yang unik.

Kekebalan Tubuh Seperti dilansir dari Science Alert, Sabtu (13/10/2018), ternyata menggaruk daerah yang gatal membentuk sinyal rasa sakit tingkat rendah untuk masuk ke otak dan mengganti sinyal gatal berubah menjadi rasa lega pada kita.

Itulah sebabnya mencubit atau menampar di tempat yang gatal, sensasinya juga sama seperti menggaruk.

Saat kita menggaruk bagian yang gatal, maka otak kita juga akan mengeluarkan hormon serotonin yang akan mengurangi rasa gatal.

Namun, hormon ini berlaku hanya sementara.

Lantaran, justru serotoninlah yang sebenarnya dapat mempermudah sinyal gatal untuk muncul kembali.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved