Gempa Bumi Donggala Palu

Korban Diprediksi Terus Bertambah, 832 Orang Tewas Akibat Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Sutopo menjelaskan, sebagian korban meninggal dunia sedang dalam proses pemakaman secara massal.

Korban Diprediksi Terus Bertambah, 832 Orang Tewas Akibat Gempa Donggala dan Tsunami Palu
Istimewa via Tribun Timur
BMKG Pastikan Tsunami 2 Meter Melanda Palu dan Donggala. 

"Kalau ditetapkan bencana nasional itu salah satu sebabnya kayak di Aceh, kalau pemerintahnya lumpuh. Di sana (Palu-Red) gubernur masih ada, bupati masih ada, (pemerintahan-Red) masih jalan," ucapnya.

JK menjelaskan, tidak adanya status bencana nasional bukan berarti pemerintah pusat lepas tangan dalam menangani korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Ia memastikan, tidak ada perbedaan perlakuan antara bencana yang berstatus becana nasional mau pun tidak. "Pemerintah membantu sepenuhnya, sama dengan terjadi bencana di mana saja, tidak ada perbedaan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mendesak pemerintah menetapkan gempa bumi dan tsunami di Sulteng sebagai bencana nasional.

"Ini kan tsunami. Kalau pemerintahan daerah tidak mampu menjalankan mitigasi, sebaiknya ditetapkan sebagai bencana nasional saja," tukasnya.

Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut, penetapan status bencana nasional tak perlu dipersoalkan. Intinya penanganan harus dilakukan cepat.

"Di Lombok kami juga dukung, supaya penanganannya cepat, rehabilitasinya cepat. Begitu juga dengan sekarang, mempunyai dampak yang besar kepada pemerintah provinsi, harusnya segera saja ditetapkan sebagai bencana nasional, karena ini adalah tsunami," katanya. (Tribun Network/zal/rin/kps/wly)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul UPDATE: 832 Orang Tewas Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu dan Diprediksi Terus Bertambah, http://jateng.tribunnews.com/2018/10/01/update-832-orang-tewas-korban-gempa-donggala-dan-tsunami-palu-dan-diprediksi-terus-bertambah?page=all.

Editor: Catur waskito Edy

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved