Gempa Bumi Donggala Palu

Komunikasi Terputus, Pemerintah Belum Tahu Jumlah Korban Gempa di Donggala

Bahkan sejumlah bangunan tua di sepanjang jalan Trans Sulawesi, Palu Selatan dikabarkan roboh.

Istimewa via Tribun Timur
BMKG Pastikan Tsunami 2 Meter Melanda Palu dan Donggala. 

TRIBUNKALTENG.COM - Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 skala Richter (SR) (sebelumnya disebut 7,7 SR) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada pukul 17.00 Wita.

Bahkan sejumlah bangunan tua di sepanjang jalan Trans Sulawesi, Palu Selatan dikabarkan roboh. Mal Tatura juga di Jalan Emmy Saelan juga dikabarkan roboh.

Pemerintah hingga saat ini belum bisa memberikan informasi terkait data jumlah korban akibat bencana gempa 7,4 magnitudo yang mengguncang Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9). Hal itu karena akses komunikasi lokasi bencana masih terputus.

Menkopolhukam Wiranto meminta, seluruh pihak untuk sedikit bersabar sampai pemerintah bisa memperoleh data valid mengenai jumlah korban dan kerusakan atau kerugian akibat gempa dan tsunami.

Baca: Gempa Bumi Donggala, Tim BMKG yang Tak Berhasil Masuk ke Lokasi Terdampak

Baca: Kebakaran di Kotabaru, Belasan Toko Sembako di Pasar Kemakmuran Hangus Jadi Arang

Baca: Dihajar Massa yang Kesal, Terduga Maling Ayam Akhirnya Tewas

“Komunikasi masih terputus dari daerah. Besok kita akan lihat untuk komunikasi ini kita usahakan komunikasi seluler agar kita bisa clearkan (masalah data korban dan sebagainya),” kata Wiranto di Kantor Menkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Sabtu (29/9).

Namun, jika sampai Sabtu (29/8) pagi akses komunikasi seluler tak kunjung bisa pulih, maka ia akan mengupayakan untuk komunikasi satelit yang sudah disiapkan oleh BNPB dan Kominfo. Akan tetapi perangkat satelit itu baru akan dikirimkan pada Sabtu pagi.

“Sehingga dari pengiriman alat-alat komunikasi itu saya yakini besok sudah ada suatu aktivitas untuk mendata korban dan lain sebagainya. Kami juga ingin segera mengetahui jumlah korban,” ucap dia.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (tengah), Menkopolhukam Wiranto (kanan) saat Koordinasikan Penanganan Khusus untuk akses komunikasi, mengatakan, Kominfo juga akan berupaya memulihkan dengan memperbaiki instalasi jaringan di Kota Palu.

"Kemudian pemulihan instalasi yang dipakai masyarakat, sistem komunikasi seluler kita bawa perlengkapan instrumen untuk kita perbaiki," kata Wiranto.

Kendala komunikasi menjadi fokus perhatian utama, sebab putusnya komunikasi menyulitkan koordinasi serta pendataan para korban terdampak gempa dan tsunami Palu.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved