Kapolsek Nyamar Jadi Kernet Truk, Terungkap Hasil Pungli Sebulan Capai Rp 60 Juta

Setiap truk yang melintas, kata Siswo, dikenakan tarif beragam, ada tiga titik lokasi pungli, pada titik pertama sopir truk dimintai Rp 10 ribu

Kapolsek Nyamar Jadi Kernet Truk, Terungkap Hasil Pungli Sebulan Capai Rp 60 Juta
Tribun Jakarta
Kapolsek Nyamar Jadi Kernet Truk, Terungkap Hasil Pungli Sebulan Capai Rp 60 Juta 

TRIBUNKALTENG.COM, BANTAR GEBANG - Empat orang pelaku pungutan liar (pungli) yang kerap meminta uang kepada sopir truk yang melintas di Jalan Cipendawa, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, ditangkap Polsek Bantar Gebang.

Kapolsek Bantar Gebang, Kompol Siswo menjelaskan, penangkapan bermula setelah adanya laporan dari beberapa pengusaha yang mengeluh perihal pungli yang dilakukan sekelompok oknum.

Setelah mendapat laporan tersebut, pada kamis, 20 september 2018, ia bersama anggota menyamar berpura-pura sebagai kernet truk dan melihat langsung aksi pungli yang dilakukan oknum pemuda.

"Saya bersama kanit Reskrim Polsek Pondok Gede turun langsung melakukan operasi, kita menyaksikan langsung aksi pungli yang kerap menyasar sopir truk," kata Siswo, Senin (24/9/2018).

Baca: Tanpa Kiper Terbaik Dunia, Ini Starting XI Terbaik FIFA FIFPro World XI pada 2018

Baca: Edy Rahmayadi Hentikan Wawancara Live Saat Ditanya Soal Ini

Baca: Kentut Lebih dari 20 Kali? Mengindikasikan Masalah Kesehatan ini

Setiap truk yang melintas, kata Siswo, dikenakan tarif beragam, ada tiga titik lokasi pungli, pada titik pertama sopir truk dimintai Rp 10 ribu, lalu tidak jauh setelah itu dikenakan lagi sebsar Rp 2 ribu, dan titik terkahir sopir truk dimintai uang sebsar Rp 5 ribu.

"Mereka buat karcis agar seolah-olah pungutan itu legal bertuliskan karang taruna, padahal setelah kita konfirmasi tidak ada itu pungutan seperti itu," kata Siswo

Pelaku yang diamankan diantaranya, MBS (32), A (32), M (46), dan A (34). Adapun barang bukti yang disita yakni Karcis retribusi liar, uang sebesar Rp 797.500.

Pihaknya sejauh ini masih terus mendalami aksi pungli tersebut, dari keterangan para pelaku, mereka menggunakan hasil pungli untuk kebutuhan pribadi, padahal jika dikalkulasi uang hasil pungli mencapai puluhan juta perbulan.

"Empat pelaku mereka mengaku untuk dirinya sendiri, bukan untuk kelompok atau oramg lain disini masih kita dalami, tidak mungkin uang sebanyak itu dia untuk dirinya sendiri apakah itu nanti ada aktornya yang di dalamnya, atau setoran itu larinya kemana, nanti akan kita kejar," jelas dia

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved