Breaking News:

Tak Sama, Ini Beda Nama China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau

Meski sudah sering mendengar nama-nama tersebut, masih banyak yang bingung membedakannya.

Editor: Mustain Khaitami
YouTube
Forbidden City China. 

TRIBUNKALTENG.COM - Ada banyak nama negara yang masih membuat kita bingung.

Beberapa di antaranya adalah China atau Tiongkok, Taiwan, Hong Kong dan Macau.

Meski sudah sering mendengar nama-nama tersebut, masih banyak yang bingung membedakannya.

Baca: Hasil China Open 2018 : Menang Lawan Viktor Axelsen, Anthony Ginting Lolos Ke Perempat Final

TribunTravel.com telah mengutip artikel karya Zamzami Zainuddin yang dimuat di laman Serambi News edisi Agustus 2017 mengenai perbedaan nama-nama tersebut.

1. China atau Tiongkok

China atau Tiongkok merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, ibu kotanya Beijing dan menggunakan sistem ekonomi sosialis.

China juga dikenal sebagai negara penganut ideologi komunis terbesar di dunia.

Mata uang mereka adalah yuan dan nama resmi negaranya adalah People Republic of China atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Bagi orang-orang yang tinggal di Taiwan, Hong Kong, dan Macau, negara Tiongkok sering disebut dengan 'mainland' (tanah daratan).

Baca: Ketegangan dengan China Meningkat, Taiwan Siagakan 29 Heli Serang Apache

2. Taiwan

Nama resminya sebenarnya bukan Taiwan, melainkan Republic of China (tidak ada kata 'people' atau rakyat) dan beribu kota di Taipei.

Taiwan menganut sistem ekonomi kapitalis dengan mata uang Taiwan Dollar (TWD).

Taiwan adalah negara yang berada di Pulau Formosa dan letaknya masih berdekatan dengan Tiongkok.

Namun, Taiwan bukanlah negara yang merdeka seutuhnya.

Sehingga, Taiwan juga disebut negara dengan pengakuan terbatas.

Hanya sekitar 23 negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.

Secara de facto Taiwan memang telah merdeka dan menjadi satu negara dunia.

Namun, secara de jure Taiwan belum mendapatkan pengakuan dari sebagian besar negara lain.

Bisa dibilang, Taiwan masih merupakan negara yang dipersengketakan.

Statusnya sama seperti Kosovo dan Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri belum mengakui Taiwan sebagai sebuah negara.

Indonesia juga tak memiliki kedutaan besar Taiwan.

Oleh karenanya, berbagai kerja sama antara Indonesia dengan Taiwan seperti pendidikan, ekonomi, atau pengurusan visa harus dilakukan melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office) di Jakarta.

Meskipun belum menjadi negara berdaulat, Taiwan sangat produktif dalam mengembangkan dan menciptakan berbagai merek teknologi kelas dunia.

Seperti Asus, Acer, BenQ, HTC, D-Link, MSI, Trend Micro, dan Mio Tech.

Baca: Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong Asian Games 2018, Streaming Vidio.com

3. Hong Kong

Hong Kong merupakan negara semi-merdeka dengan nama resmi Hong Kong Special Administrative Region atau Daerah Administratif Khusus Hong Kong.

Hong Kong juga sering disebut sebagai negara dalam negara Tiongkok.

Selama tahun 1841 hingga 1997, negara ini bernama British Hong Kong dan masih berada di bawah kekuasaaan Inggris.

Namun, sejak 1997 Hong Kong dikembalikan ke Tiongkok dengan status satu negara dua sistem.
Oleh karenanya, Hong Kong memiliki sistem negara sendiri dan berbeda dari Tiongkok atau China.

Mulai dari bendera, mata uang Hong Kong Dolar (HKD), paspor, dan menganut sistem ekonomi kapitalis.

Hong Kong juga memiliki kepolisian sendiri, tetapi tidak memiliki tentara, karena pertahanannya masih dikendalikan Tiongkok.

Bahasa di negara ini berbeda dengan Tiongkok dan Taiwan.

Mayoritas masyarakat Hong Kong menggunakan bahasa Kantonis dan Inggris.

Hong Kong menjadi pusat perekonomian dunia dan kerap dibandingkan dengan Singapura.

Sebab, ukuran negaranya sama-sama kecil, berpenduduk padat, dan akomodasi yang supermahal.

Hong Kong juga terkenal dengan julukan Asia’s World City (Kota Asia Dunia).

Yakni, kota gemerlap dengan gedung-gedung pencakar langit, pusat bisnis, dan perdagangan dunia, shopping dan fashion, Disneyland, dan industri perfilman.

Hong Kong juga menjadi tempat yang menghubungkan dunia barat dengan Tiongkok.

Banyak sekali media internasional seperti BBC, CNN, VOA, Fox News, dan Al-Jazeera yang bermarkas di Hong Kong.

Hal ini bertujuan agar mereka lebih mudah meliput Tiongkok dari dekat sebagai negara yang kurang demokratis terhadap pers.

Tahun 2014, Hong Kong sempat bergejolak dengan hadirnya protes Revolusi Payung di bawah pimpinan remaja kurus yang ditakuti Beijing, Joshua Wong.

Warga melakukan demonstrasi besar-besaran menginginkan hak demokratis untuk memilih pemimpin baru mereka tanpa intervensi Tiongkok.

Sampai saat ini sikap anti-Tiongkok oleh generasi muda Hong Kong masih tetap berlanjut, terutama di kampus.

Beberapa mahasiswa Hong Kong seringkali menyindir mahasiswa asal Tiongkok dengan sifat dan perilaku buruk mereka.

Tak heran hubungan mereka tidak harmonis.

Banyak juga orang Hong Kong yang tidak terima jika disebut sebagai Chinese.

Mereka lebih suka disebut sebagai Cantonies (orang Kanton).

Zamzami sempat berdiskusi dengan seorang aktivis mahasiswa Hong Kong.

Satu di antara ketakutan dan ketidaksukaan mereka terhadap Pemerintah Beijing adalah adanya upaya untuk mengembangkan nilai “nasionalisme Tiongkok” ke Hong Kong.

Termasuk kewajiban berbahasa Mandarin yang bukan bahasa orang Hong Kong.

Ketakutan lainnya adalah masuknya paham komunisme ke Hong Kong, dan dibatasinya akses informasi, terutama internet seperti yang terjadi di Tiongkok saat ini.

Baca: Para Istri Pejabat dan Kontraktor Liburan ke Kota Judi, Entar Kita Mabuk di Macau, ya

4. Macau

Status Macau sama seperti Hong Kong.

Macau terkenal sebagai pusat judi atau kasino terbesar di Asia dan sering dijuluki The Sin City of Asia (Kota Dosa Asia).

Konon, The Venetian Macao merupakan pusat kasino terbesar di dunia dan buka selama 24 jam sehari.

Macau terletak tidak jauh dari Hong Kong, bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan menggunakan kapal feri.

Macau berada di bawah kekuasaan Portugis selama tahun 1557-1999 (Portuguese Macau) dan diserahkan kembali kepada Tiongkok dengan status satu negara dua sistem.

Atmosfer Eropa atau Portugis masih sangat kental terasa di sini.

Seperti bangunan-bangunan bercorak Eropa atau informasi yang ditulis menggunakan bahasa Portugis.

Mayoritas penduduk Macau berbahasa Kantonis, Portugis, dan Inggris.

Mata uangnya adalah Pataca Macau, tetapi Dolar Hong Kong juga berlaku di sini.

Sistem ekonomi yang dianut Macau adalah kapitalis.

Suhu perpolitikan anti-Beijing di Macau tergolong lebih 'adem' dibandingkan Taiwan dan Hong Kong.

Meskipun Taiwan, Hong Kong, dan Macau bukanlah negara berdaulat, ketiga negara ini memiliki paspor masing-masing.

Orang China yang berkunjung ke Taiwan, Hong Kong, atau Macau wajib menggunakan paspor dan sebaliknya.

Bahkan warga Tiongkok yang bekerja dan belajar di Hong Kong juga diwajibkan menggunakan visa.

Jika dilihat dari ideologi dan peta politik Beijing, China tidak akan membiarkan Taiwan, Hong Kong, dan Macau menjadi sebuah negara berdaulat atau merdeka sepenuhnya.

Beijing menginginkan adanya One China Policy (Kebijakan Satu China).

Dalam istiah lain, kebijakan ini disebut “hanya ada satu China di dunia” untuk menjaga peradaban dan memperkuat kekuatan mereka di dunia.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Perbedaan Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Macau.

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Banyak yang Masih Bingung, Ini Perbedaan Nama China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau, http://travel.tribunnews.com/2018/09/21/banyak-yang-masih-bingung-ini-perbedaan-nama-china-taiwan-hong-kong-dan-macau?page=all.
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sinta Agustina

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved