22 Tersangka Anggota DPRD Kota Malang Tak Kooperatif Kembalikan Uang Suap

Padahal jika mereka kooperatif mengembalikan uang suap, KPK akan mempertimbangkannya sebagai faktor yang meringankan hukuman.

22 Tersangka Anggota DPRD Kota Malang Tak Kooperatif Kembalikan Uang Suap
surya/hayu yudha prabowo
Penyidik KPK saat menggeledah Balai Kota Malang, Kamis (10/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Sebanyak 22 tersangka anggota DPRD Kota Malang dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015 belum kooperatif mengembalikan uang suap ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah.

"Sepertinya 22 tersangka tahap ketiga ini, sejauh ini ya, kami melihat belum ada itikad baik untuk kooperatif mengembalikan uang, seperti yang dlakukan 18 orang tersangka sebelumnya," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/9/2018) malam.

v
Anggota DPRD Kota Malang, Een Ambarsari didampingi pengacara keluar ruangan pemeriksaanKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Malang Kota, Sabtu (1/9/2018). (surya/hayu yudha prabowo)

Padahal jika mereka kooperatif mengembalikan uang suap, KPK akan mempertimbangkannya sebagai faktor yang meringankan hukuman.

Baca: Gudang Beras Milik Bulog Penuh,Buwas: Masa Harus Bertahan pada Impor?

Baca: Delapan Bulan Menikah, Angel Lelga Gugat Cerai Vicky Prasetyo?

Baca: Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Mantan Finalis Indonesian Idol Ditembak Polisi

Hal itu mengingat rentang ancaman hukumannya sekitar 4 hingga 20 tahun.

"Kalau tidak kooperatif bahkan berkelit sementara bukti cukup kuat, tentu dapat dipertimbangkan dituntut semaksimal mungkin," katanya.

Febri mengungkapkan, masih ada peluang bagi mereka untuk segera mengembalikan uang.
KPK juga berharap agar pihak keluarga mendorong tersangka untuk mengembalikan uang yang diterima.

"Sebenarnya salah satu pihak penting dari keluarga juga. Jika memang ingin ancaman yang rendah maka sikap kooperatif dan pengembalian uang akan dipertimbangkan," ujar dia.

Penetapan 22 tersangka ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan KPK dalam perkara tersebut.

KPK menduga uang suap dialirkan ke DPRD agar penetapan rancangan peraturan daerah Kota Malang tentang APBD-P Tahun Anggaran 2015 disetujui.

Sebanyak 22 orang yang ditetapkan tersangka diduga menerima fee Rp 12,5 juta hingga Rp 50 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton. (Dylan Aprialdo Rachman)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : KPK Sebut 22 Tersangka Kasus DPRD Kota Malang Tak Kooperatif Kembalikan Uang Suap

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved