Advertorial Seruyan

Nelayan Danau Sembuluh Seruyan Angkat 5 Ton Ikan Setiap Hari

Nelayan umumnya menangkap ikan secara berkelompok terdiri dari 6-8 orang laki-laki dewasa.

Nelayan Danau Sembuluh Seruyan Angkat 5 Ton Ikan Setiap Hari
Istimewa/DLH Seruyan
Seorang nelayan Desa Sembuluh I, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan menurunkan satu gerobak ikan hasil tangkapannya, Senin (18/9/2018). Nelayan Danau Sembuluh berhasil mengangkat rata-rata 3-5 ton setiap harinya. 

"Kita berkumpul di sini untuk merancang, mau diapakan Danau Sembuluh itu ke depan? Sebab setiap tahun, setiap kemarau, pasti muncul masalah di Danau Sembuluh ini. Soal tercemar atau tidak, itu harus menunggu hasil analisis dari laboratorium yang terakreditasi," tegas Priyo saat pertemuan membahas rancangan pengelolaan Danau Sembuluh di Aula Kantor Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kamis (13/9/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Seruyan Priyo Widagdo saat menyampaikan sambutan dalam pertemuan saat pertemuan membahas rancangan pengelolaan Danau Sembuluh di Aula Kantor Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kamis (13/9/2018).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Seruyan Priyo Widagdo saat menyampaikan sambutan dalam pertemuan saat pertemuan membahas rancangan pengelolaan Danau Sembuluh di Aula Kantor Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kamis (13/9/2018). (Istimewa/DLH Seruyan)

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Kajian Lingkungan, DLH Kabupaten Seruyan Agung Widodo menegaskan operasional perusahaan terikat dengan peraturan yang sangat ketat di bidang lingkungan hidup. Sehingga, apabila masyarakat menemukan masalah di lapangan, ada mekanisme yang harus ditempuh bukan langsung melakukan justifikasi bahwa terjadi pencemaran di wilayah tersebut.

"Jika ada informasi (pencemaran) sebaiknya dicerna dahulu, konsultasikan dengan kepala desa, tokoh masyarakat setempat, jika sepakat ditindaklanjuti silahkan kirimkan pengaduan ke DLH Seruyan, jika kami tidak bisa menangani, naik lagi ke DLH Provinsi (Kalteng)," terang dia.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Seruyan Rency Siregar, kematian ikan di Danau Sembuluh bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya, faktor perubahan cuaca, dari musim kemarau berkepanjangan kemudian turun hujan terus menerus selama satu minggu. 

Kondisi ini, lanjut dia, menyebabkan penurunan suplai oksigen dan air danau menjadi lebih asam. Dalam kondisi ini ikan banyak stres dan mati, hanya ikan-ikan tertentu saja yang mampu bertahan seperti Ikan Haruan dan Papuyu.

"Perubahan kondisi cuaca yang ekstrim ini salah satu faktor yang bisa menyebabkan banyak mati. Sedangkan untuk pencemaran tadi sudah disampaikan dari Dinas Lingkungan Hidup masih menunggu hasil uji lab," terang dia.

Camat Danau Sembuluh Roby Kurniawan mengatakan ada dua desa di wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Danau Sembuluh yakni Desa Sembuluh I dan II. Roby menegaskan pihaknya belum pernah menerima keluhan terkait kualitas air Danau Sembuluh selama dirinya menjabat sebagai camat 1,5 tahun terakhir ini. 

"Selama saya menjabat 1,5 tahun ini, tidak pernah ada keluhan terkait kualitas air danau. Warga kita di sini santai saja itu mandi-mandi di sana, terus aktivitas menangkap ikan juga masih terus berlangsung, aman-aman saja," kata Roby.

Sementara itu, Camat Seruyan Raya Muhammad Hairudin meminta agar warga berkoordinasi secara berjenjang mulai kades kemudian camat dan diteruskan ke dinas. Sehingga dugaan pencemaran ini bisa dicek oleh pihak yang berwenang dan tidak berkembang menjadi isu liar yang belum tentu kebenarannya.

"Kalau seperti sekarang ini kan jadi repot semua, isu sudah berkembang kemana-mana tapi ternyata belum tentu kebenarannya. Jadi, saya meminta kepada seluruh warga saya terutama, jika ada isu soal pencemaran atau apa pun, kita minta berkoordinasi dengan kades, dengan camat, kalau kami tidak mampu kami teruskan ke kabupaten (dinas)," kata dia. 

Selain pejabat dari DLH, DKP dan camat, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh TNI, Polri, kades, BPD, tokoh masyarakat dan perwakilan perusahaan di dua kecamatan tersebut. (aol/*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved