Kabar Palangkaraya

Sempat Diguyur Hujan, Kabut Asap Menebal di Palangkaraya

Beberapa warga yang tinggal di kawasan pinggiran kota mengeluhkan kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap cukup tebal

Sempat Diguyur Hujan, Kabut Asap Menebal di Palangkaraya
tribunkalteng.com/faturahman
Kabut asap dampak kebakaran lahan dipinggiran Kota Palangkaraya, menebal, Senin (17/9/2018) sore kemarin di kawasan jalab G Obos dan sekitar Yos Soedarso. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Hujan yang terjadi selama 15 menit di Palangkaraya, Senin (17/9/2018) sempat membuat kabut asap tebal di pinggiran kota khususnya kawasan permukiman Jalan G Obos dan Jalan Yos Soedarso, Palangkaraya.

Kabut asap tebal disertai bau asap yang menyengat menyelimuti kawasan tersebut sehingga sempat mengganggu warga yang bermukim di kawasan tersebut, karena titik kebakaran lahan marak di lingkar luar dan lingkar dalam Palangkaraya.

Beberapa warga yang tinggal di kawasan pinggiran kota mengeluhkan kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap cukup tebal dalam jarak tertentu di kawasan tersebut.

Baca: Kabut Asap, Kasus Ispa Mulai Meningkat di Palangkaraya

Baca: Wanita Cantik Menurut 5 Suku di Dunia, Tidak Perlu Mandi Salah Satunya

Baca: Menjamu Olympique Lyon di Liga Champions, Pep Guardiola Batalkan Liburan Pemain Manchester city

"Ya, asapnya cukup tebal, karena hujan yang turun di kawasan pinggiran kota, tidak merata dan hanya hujan kecil saja sehingga lahan gambut yang terbakar tidak padam total hanya bagian atasnya saja, sedangkan bagian dalamnya api masih menyala," ujar Indri salah satu tim relawan pemadam kebakaran, Selasa (18/9/2018).

Petugas pemadam kebakaran pun tampak berusaha memamdamkan api yang ada di kawasan tersebut, meskipun sulit, karena ketersediaan air yang kurang juga lokasi kebakaran jauh berada di bagian dalam kakwasan hutan.

Kepala BPBD Kalteng, Darliansjah, mengatakan, pihaknya terus mengaktifkan penyiraman dari udara menggunakan pesawat helikopter, karena lahan yang terbakar kebanyakan berada di bagian dalam lahan yang mendekati hutan.

"Untuk pemadaman kebakaran lahan yang jauh dari jalan raya atau aksesnya tertutup, maka akan di fungsikan pemadaman lewat udara, karena lewat darat pemadaman tidak memungkinkan," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved