Disindir Pasiennya Sales Vaksin, Jawaban Bidan Ini Bikin Bidan Sadar

Tapi sang bidan kemudian punya cara lain agar pasiennya itu sadar bahwa vaksin diperlukan untuk anak-anak.

Disindir Pasiennya Sales Vaksin, Jawaban Bidan Ini Bikin Bidan Sadar
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ilustrasi pemberian vaksin 

Begini percakapan mereka :

v

Pasien : Assalamualaykum, bu bidan nanti kalo saya lahiran saya ga mau anak saya di vaksin yah

Bidan : Wlkumsalam
Baik bu jika itu ibu sudah ibu pelajari dan suada disepakati dg suami ibu.

Pasien : Bu bidan bukan sales vaksin kan? (emot tersenyum)
Maaf saya sebut nakes yg nyuruh pasiennya vaksin itu ga lebih seperti sales

Bidan : Salesman vaksin? Mksdnya? (emote sedih)
Saya kok sedih dg sebutan itu yah. Terlepas saya pro atau kontra menurut saya itu terlalu kasar.

Pasien : Maaf ya bu saya ga maksud apa"
ya kita semua tau bahan pembuat vaksin itu, walo mui sudah declare boleh/mubah krn di anggarp darurat. menurut saya ini bukanlh hal yg darurat

Bidan : Ya terserah alesan ibu apa saya ga masalah. tp saya ga suka dg kalimat di atas. Dokter/bidan yg pro bukan gak pantas di sebut 'tidak lebih dr sekesar sales' mereka bekerja sesuai apa yg mereka fahami. Saya hormati apa keputusan ibu. Tp perbedaan ini baiknya disikapi dg santun

Nanti kalo ibu robek perineum, apa mau di anastesi (bius) untuk penjahitan. Atau langsung jahit saja?

Pasien : aduh di jahit dong bu

Bidang : (kirim foto obat anastesi) Tapi belum ada label halal nih Bu. Saya ga tau juga ini terbuat dari yg haram atau engga?

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved