Kabar Kalsel

Mess Kalteng di Banjarmasin Ini Justru Bukan Tempat Menginap, Ini Keunikannya

Di balik nama Mess Kalteng, rupanya ada cerita tersendiri kenapa nama tersebut bisa tersemat pada kawasan yang menjual

Mess Kalteng di Banjarmasin Ini Justru Bukan Tempat Menginap, Ini Keunikannya
BPost Cetak edisi Jumat (15/9/2018).

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - PERKEMBANGAN teknologi digital telah memudahkan warga dalam memenuhi berbagai keperluan.

Termasuk dalam mencari aneka onderdil kendaraan baik yang baru maupun bekas.

Di tengah gempuran jual beli onderdil secara online, ternyata pasar loak onderdil di Banjarmasin tetap eksis.

Mess Kalteng namanya, tiap hari dikunjungi para pemburu dan pencinta otomotif.

Baca: Bisnis Hotel di Kalteng Menggeliat, Tingkat Hunian Kamar Naik Pada 2018

Baca: Kabut Sempat Ganggu Jarak Pandang, Pesawat Kedua Telat Tiba di Tjilik Riwut

Baca: Kartu ATM Mendadak Macet? Jangan Tertipu, Dua Pria Ini Bobol Ratusan Juta Cuma Bermodal Tusuk Gigi

Siapa yang tak kenal Mess Kalteng.

Ya, pasar loak yang menjajakan aneka onderdil kendaraan baik bekas dan baru yang berada di Jalan Kolonel Sugiono Banjarmasin masih menjadi tujuan para pencinta otomotif untuk mendapatkan sejumlah onderdil.

Tak jarang, onderdil yang tak ditemukan di toko, justru di pasar loak ini malah ada.

Tak heran jika tempat ini sangat familiar di kalangan masyarakat Kalsel.

Di balik nama Mess Kalteng, rupanya ada cerita tersendiri kenapa nama tersebut bisa tersemat pada kawasan yang menjual onderdil bekas tersebut.

Orang yang dituakan di Kelompok Pedagang Mess Kalteng, H Elmy mengatakan, asal nama Mess Kalteng dulunya berjualan di pinggiran Simpang Empat Jalan Jati.

"Nah di belakang tempat berdagang tersebut ada banggunan losmen orang Kalimantan Tengah (Kalteng),” ujarnya.

Awalnya hanya pakai gerobak.

Setelah tahun 80-an, pedagang kaki lima pindah ke Pasar Antasari Lantai Dua.

Karena pedagang onderdil dan sulit membawa barang ke atas, sehingga semua sepakat ke bawah.

Nama Mes Kalteng sangat melekat pada pedagang onderdil bekas ini.

Meskipun sudah tidak berada di depan losmen Mess Kalteng, dagangan tersebut tetap disebut Mess Kalteng.

Seakan-akan Mess Kalteng suatu nama toko atau pasar.

Karena di dalamnya banyak penjual barang-barang onderdil bekas.

H Elmy mengatakan bahkan ada yang berjualan onderdil sepeda motor bekas di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 19, tetap disebut Mess Kalteng.

"Bahkan ada yang berjualan di Pal 19, jualan kaya gini juga ada yang menggelari Mess Kalteng di sana. Ini gen seumpanya pindah kemana aja, bisa jadi tetap disebut Mess Kalteng," ujarnya.

Padahal orang-orang yang jualan pertama kali sudah tidak ada lagi di tempat tersebut.

Saat ini ini sudah generasi ke dua bahkan ada yang generasi ke tiga berjualan di tempat tersebut.

Usaha dagang onderdir sepeda motor second ini dilakukan secara turun temurun.

"Kalau di tempat lain itu ada aja yang menjual seperti ini. Tapi di sini ini bisa dikatakan barangnya komplit lah. Semua ada di sini. Karena di Mess Kalteng ini berkelompok, jadi kalau di toko ini tidak ada, bisa cari di toko sebelahnya. Sampai ke belakang sana, banyak yang jual," tuturnya pada BPost.

Para pembeli terlihat berjalan-jalan melihat onderdil sepeda motor.

H Elmy mengatakan bahwa pembeli di Mess Kalteng ini tidak pernah sepi.

Ada aja terus pembelinya.

Dirinya pribadi menjual barang-barang onderdil yang baru.

Meskipun mayoritas di sini banyak menjual onderdil sepeda motor bekas. (Sumber: Banjarmasin Post Edisi Jumat (14/9/2018).

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved