Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad Soal Kecurigaan GP Ansor, Sampai Angkat Kaki

Klarifikasi akhirnya diberikan Ustadz Abdul Somad terkait sejumlah kecurigaan GP Ansor hingga berujung dibatalkannya ceramah di sejumlah daerah.

Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad Soal Kecurigaan GP Ansor, Sampai Angkat Kaki
banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Ustadz Abdul Somad saat hadir menyampaikan tausiyah di Batu Licin. 

TRIBUNKALTENG.COM - Klarifikasi akhirnya diberikan Ustadz Abdul Somad terkait sejumlah kecurigaan GP Ansor hingga berujung dibatalkannya ceramah di sejumlah daerah.

Ya, GP Ansor memang disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang membuat ceramah Ustaz Abdul Somad di beberapa kota dibatalkan.

Terkait kecurigaan GP Ansor soal penghentian kegiatan sampai Desember 2018, Ustadz Abdul Somad menjawab bahwa untuk daerah-daerah yang kondisinya kondusif, dirinya tetap datang apabila diundang. 

Sementara itu terkait menggunakan manajemen, Ustadz Abdul Somad dengan tegas membantah. 

Baca: Ustadz Abdul Somad Dilarang GP Ansor Jawa Tengah Ceramah, Sekjen MUI: Saya Pengagum UAS

Baca: Belgia dan Bosnia Petik Kemenangan, Berikut Hasil Lengkap UEFA Nations League

Baca: Juara di Balapan MotoGP San Marino, Andrea Dovizioso Masih Belum Akui Motor Ducati yang Terbaik

Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa dia tak pernah mematok harga, apalagi mengambil DP, serta tak pernah pula meminta kelas tertentu di pesawat. 

"Kita tidak punya tim. Sampai sekarang saya tidak punya kartu nama. nih baju dikasih orang. semua dikasih orang. Ini pakai kaus kaki pun tidak. Mau marketing dari mana kaya begini, marketing apa. Tidak pernah. Semua merek dikasih orang cincin dikasih orang, sorban dikasih orang, tak ada tim-tim kita bahwa untuk eksis bertahan, maka mesti bangkitkan isu. Tak ada," tegas Ustadz Abdul Somad

Bahkan saat berbicara soal dirinya tak pernah memakai kaus kaki, Ustaz Abdul Somad sampai mengangkat salah satu kakinya, dan menunjukkan bahwa dirinya tak pernah memakai kaus kaki.

Pemilihan sampai Desember 2018 di beberapa lokasi, kata UAS, hal itu lantaran berdasarkan pengalamannya kegaduhan akan rampung dalam masa 3 bulan.

Berikutnya terkait kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallah yang dipakai sebagai atribut para jamaahnya, Ustaz Abdul Somad berpendapat dengan terdengar santai dan suara rendah.

"Umat itu kan sudah cerdas. Dari beberapa update status FB masyarakat itu kan kelihatan. Kalau semua kalimat Laa Ilaaha Illallah kalian identikkan dengan HIzbut Tahrir (HTI), lalu bagaimana dengan peti jenazah, bagaimana dengan kaligrafi, bagaimana dengan orang yang mobilnya ditulis dengan Laa Ilaaha Illallah. Kan orang itu bersalah karena mau mendirikan negara dalam negara. Anti konstitusi, inkonstitusional. Ini kan tidak ada terjadi," ujar Ustaz Abdul Somad.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved