Tahun Baru Islam 1440 H

Puasa Sunnah Tasu'a dan 'Asyura Baik Dikerjakan di Bulan Muharram, Ini Penjelasannya?

Bagi warga muslim, tahun baru Islam memiliki arti tersendiri sehingga banyak yang menyambutnya dengan beragam cara dan amalan.

Puasa Sunnah Tasu'a dan 'Asyura Baik Dikerjakan di Bulan Muharram, Ini Penjelasannya?
net
Masjid Kiai Gede Kotawaringin

TRIBUNKALTENG.COM - Warga muslim dalam hitungan jam bakal memasuki tahun 1440 H. Bagi warga muslim, tahun baru Islam memiliki arti tersendiri sehingga banyak yang menyambutnya dengan beragam cara dan amalan.

Diantaranya dengan melakukan puasa. Dua di antaranya adalah puasa sunah Asyura, puasa sunah Tasu'a.

Selain Ramadan, puasa yang paling utama adalah saat bulan Muharam. Ini sesuai dengan hadits berikut:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu).

Baca: Sule Doakan Lina Bahagia Dengan Yang Baru, Beredar Foto Lina Dengan Pria Berkacamata

Baca: Gedung Bioskop Tua Simpan Ribuan Keping Emas, Ditemukan Saat Akan Dibongkar

Melansir laman Nahdlatul Ulama, berikut penjelasan kedua puasa tersebut:

1. Puasa Sunah Tasu'a

Tasu’a diambil dari kata bahasa Arab tis’a yang berarti sembilan.

Sesuai artinya, puasa ini dikerjakan di tanggal 9 Muharram pada kalender Hijriyah.

وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan.” (HR. Muslim).

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved