Kepala Alat Vital Bocah Putus Saat Dikhitan, Mantri Sunat Jadi Tersangka

Dianggap lalai karena mengakibatkan kepala kemaluan bocah yang dikhitannya putus, seorang mantri sunat kini harus berurusan dengan hukum.

Kepala Alat Vital Bocah Putus Saat Dikhitan, Mantri Sunat Jadi Tersangka
net
ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, PEKALONGAN - Dianggap lalai karena mengakibatkan kepala kemaluan bocah yang dikhitannya putus, seorang mantri sunat kini harus berurusan dengan hukum.

Adalah sang mantri bernama Bardi (70) dijerat menggunakan pasal malapraktik yang berujung pada putusnya kepala kemaluan seorang bocah bernama inisial MI (9) warga Dusun Kubang Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan terputus, Senin (10/9/2018).

Tersangka bernama Bardi (70) pensiunan PNS atau ASN di Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Baca: Doa Akhir Tahun & Awal Tahun Baru Islam 2018 Bahasa Arab & Latin, Magrib Ini 1 Muharram 1440 Hijriah

c
Bardi tunjukkan cara melakukan khitan bocah dalam gelar perkara kasus khitan putus alat vital bocah, Senin 10 September 2018 (tribunjateng/budi susanto)

Baca: VIDEO: Mendadak Seperti Digigit Semut di Kemaluan, Ternyata Bocah Ini Terkhitan

Baca: Pendaftaran CPNS Cuma di sscn.bkn.go.id, 4 Persyaratan Ini Wajib Ada

Baca: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Ini 60 Kata-kata Mutiara Sebagai Ucapan

Bardi dinyatakan lalai dan merugikan pasien sehingga pihak berwajib menjerat mantri tersebut dengan pasal 360 KHUP dengan hukuman maksimal lima tahun kurungan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menerangkan Bardi tidak mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) kedokteran.

"Kejadian di rumah korban pada 30 Agustus, karena saat proses khitan ujang kemaluan korban terpotong sekitar 2 sentimeter pihak keluarga melaporkan ke Polres Pekalongan 5 September lalu," jelasnya.

c
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menerangkan Bardi tidak mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) kedokteran, dalam gelar perkara kasus khitan putus alat vital bocah, Senin 10 September 2018 (tribunjateng/budi susanto)

Selain tak mempunyai STR, Badri juga tidak mempunyai surat ijin praktek perawat sehingga Polres menyatakan kegiatan mantri tersebut ilegal.

"Memang tersangka sudah membuka praktek khitan dari tahun 1973 dan ratusan anak sudah dikhitan oleh tersangka. Namun karena kelalaian tersangka merugikan pihak lain," katanya.

AKBP Wawan menambahkan, Badri hanya lulusan SMP dan pernah bekerja di Puskesmas Doro hingga masa pensiun tahun 2003.

"Di Puskesmas Doro, Badri merupakan perawat tingkat SMP. Usai pensiun Badri kerap menerima panggilan untuk melakukan khitan di daerahnya, kami menghimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan khitan untuk melakukan proses tersebut ke spesialis atau rumah sakit agar tidak merugikan pasien lagi," timpalnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Alat Vital Bocah Putus Saat Dikhitan, Sang Mantri Jadi Tersangka, http://jateng.tribunnews.com/2018/09/10/alat-vital-bocah-putus-saat-dikhitan-sang-mantri-jadi-tersangka.
Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved