Kabar Kalimantan

PT Bakrie & Brothers Akan Buka Jalur Pipa Gas Kaltim-Kalsel, Gubernur Awang Belum Merestui

FGD dilakukan untuk mencari kejelasan akan rencana BPH Migas melalui PT Bakrie & Brothers tersebut.

TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas meminta PT Bakrie & Brothers membangun jalur pipa gas trans Kalimantan, Kaltim sampai Takisung, Kalsel.

Namun rencana ini direspon Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan menyatakan, bahwa niatan BPH Migas tersebut tak sepenuhnya ia restui.

Baca: Harga BBM Masih Normal, Kabar Kenaikan Harga Pertalite Hingga Premium Dipastikan Hoaks

"Pembangunan pipa gas dari Kaltim ke Jawa dahulu sudah ditolak. Saya sendiri yang katakan saat itu ke DPR RI dan Presiden SBY. Sekarang ini ada lagi. Dana 500 juta US Dollar. Ini pasti saya bisa yakini, dana ini bukan dari dalam negeri. Pasti dari luar negeri. Oleh karena itu, saya tidak buru-buru, meskipun tadi sudah dilapori Kepala Bappeda. Saya belum menyatakan iya, akan merestui ," ujar Awang, Kamis (6/9).

Rencana pembangunan jalur pipa gas Kalimantan, khususnya Kaltim menurut Awang menimbulkan beberapa kekhawatiran akan potensi sumber daya alam (SDA) di Kaltim yang bisa kabur ke daerah lain.

Baca: NEWSVIDEO : Tausiah Akbar Ustad Abdul Somad Di Tanah Bumbu

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Perhatikan 3 Kesalahan yang Biasa Terjadi pada Pelamar saat Daftar

Baca: Harga BBM Masih Normal, Kabar Kenaikan Harga Pertalite Hingga Premium Dipastikan Hoaks

"Saya yakin ini ada rencana jangka panjang yang diatur oleh pihak-pihak luar negeri, untuk mengambil gas yang besar di Kaltim. Sebab selain blok Mahakam, ada blok Ataka, blok Sanga-Sanga, blok Eastkal. Semuanya masih berpotensi hasilkan gas. Itu kekhawatiran yang pertama," kata Awang sembari menepuk-nepuk meja.

Kehawatiran yang kedua disebutnya, bisa saja Bontang (satu dari 6 kabupaten/kota yang akan dilewati jalur pipa gas) akan jadi seperti di Lhoksumawe, Aceh. Begitu gasnya habis, LNG-nya tutup. Pabrik pupuknya tutup, pabrik kertas juga tutup.

"Apa kita mau seperti itu. Itulah saya pertanyakan. Silakan kalau pipa gas dibangun, tetapi harus menguntungkan masyarakat Kaltim. Kalau hanya bangun pipa gas saja, apa yang akan untungkan masyarakat Kaltim. Kalau pipa dibangun, gas kita akan cepat keluar. Dikatakan ini (permintaan) BPH Migas. Saya belum tanya lagi ke BPH Migas," katanya.

Dalam waktu dekat, beberapa langkah akan diambil Gubernur. "Kami akan gelar FGD (focus group discussion), melibatkan semua stake holder di Kaltim. Pasti banyak mereka yang menolak pembangunan pipa gas ini. Tidak sedikit yang dibangun, sampai 340 km. Menurut saya ini tidak menguntungkan Kaltim. Saya ngeri dengan pembangunan pipa ini. Kita bisa sama seperti Lhoksumawe, yang akhirnya jadi kota mati," ucapnya.

Baca: Usai Membunuh, Pelaku Pembunuhan di Minggu Raya Ini Sembunyi di Hutan dan Makan Ubi

Baca: Usai Membunuh, Pelaku Pembunuhan di Minggu Raya Ini Sembunyi di Hutan dan Makan Ubi

Baca: 5 Kebiasaan yang Menyebabkan Anak Terserang Campak dan Rubella

FGD dilakukan untuk mencari kejelasan akan rencana BPH Migas melalui PT Bakrie & Brothers tersebut.

"Saya sudah resmi menolak di era kabinet lalu. Sekarang muncul lagi BPH Migas. Ini apa? Yang izinkan membangun. Kalau sampai gas dibawa ke Jawa, habis kita. Jawa memerlukan gas. Kalau pakai pipa, pasti gas lebih cepat habisnya. Pokoknya, saya belum sepenuhnya menerima rencana pipanisasi ini. Saya akan segera laporkan ke Presiden Jokowi. Dari Menteri ESDM, pak Jonan juga tidak pernah bicara ini," ungkap Awang.

Lanjut dengan FGD, apakah Awang juga akan rencana untuk menemui langsung BPH Migas terkait pembangunan jalur pipa gas tersebut, juga ikut dijawabnya.

"FGD adakan secepatnya, dalam dua atau tiga hari ini. Humas tolong nanti buat demikian, undang beberapa pihak, termasuk media. Untuk BPH Migas, harus terbuka dahulu dengan pemerintah pusat maupun Kaltim. Apa kepentingan pipa gas ini. Kalau Bakrie jelas kepentingannya. Pipanya laku. Kan ini jadi seperti jalan tol," katanya.

Pihak Bakrie juga dipersilakan hadir jika nantinya Lamin Etam mengagendakan FGD pembahasan pipa gas tersebut. "Kalau mereka gentleman, ya datang dong," tegas Awang. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Proyek Jalur Pipa Gas Kaltim-Kalsel, Gubernur Awang Khawatir Gas Kaltim Habis, http://kaltim.tribunnews.com/2018/09/06/proyek-jalur-pipa-gas-kaltim-kalsel-gubernur-awang-khawatir-gas-kaltim-habis.
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved