Breaking News:

CPNS 2018

Pendaftaran CPNS 2018 16-20 September, Ini 3 Prioritas Kursinya

Jadi kamu yang punya keahlian dan obsesi tenaga pendidik, kesehatan dan infrastruktrur, saatnya mewujudkan obsesi menjadi abdi negara

Instagram Kemenpan RB
Kemenpan RB mengumumkan formasi dan jadwal tahapan seleksi cpns 2018. 

TRIBUNKALTENG.COM - Informasi seputar penerimaan CPNS 2018, mulai 16-20 September 2018, pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil / CPNS 2018 digelar melalui situs resmi sscn.bkn.go.id dengan prirotas rekrutmen pada tenaga kesehatan, guru dan sarjana dengan keahlian infrastruktur.

Jadi kamu yang punya keahlian dan obsesi tenaga pendidik, kesehatan dan infrastruktrur, saatnya mewujudkan obsesi menjadi abdi negara dengan daftar di situs sscn.bkn.go.id 

Siapkan segala berkas dan cermati syarat-syarat jadi CPNS 2018 yang digariskan lewat sscn.bkn.go.id !

Pemerintah telah menetapkan formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018.

Baca: Menpan Umumkan Formasi Penerimaan CPNS 2018, Ini Jadwal Pelaksanaan Seleksi

Baca: Hasil Liga Negara Europa - Sang Juara Dunia, Prancis Bermain Imbang Tanpa Gol Kontra Jerman

Baca: Gareth Bale Sumbang 1 Gol Kontra Irlandia, Berikut Hasil Lengkap UEFA Nations League di Hari Pertama

Lantas, tanggal berapa pendaftaran CPNS tersebut dibuka?

Pendaftaran calon pegawai negeri sipil tahun 2018 akan dilakukan serentak secara online.

Pendaftar bisa melamar melalui portal sscn.bkn.go.id.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, belum ada tanggal pasti soal pendaftaran CPNS tersebut.

Namun, dia memprediksi hal tersebut bisa dilakukan dua pekan dari sekarang.

"Pendaftaran kami berharap kalau sekarang tanggal 6, ya katakanlah antara tanggal 16 hingga 20 September 2018. Namun, pendaftaran bisa dimulai kalau data semua sudah bisa masuk," kata Bima dalam jumpa pers di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Berkaitan dengan hal tersebut, Bima mengimbau kepada masyarakat yang ingin mendaftar sebagai CPNS untuk melakukannya sejak awal waktu agar meminimalkan masalah yang bisa terjadi.

"Pendaftaran ini nantinya kan hanya dua minggu dan kami menyarankan untuk daftar pertama kali, bukan yang terakhir karena nanti pasti akan terjadi traffic sangat padat," terang dia.

Sementara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, mengatakan Pendaftaran calon pegawai negeri sipil tahun 2018 akan dilakukan serentak secara online.

"Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut Syafruddin, ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar ( SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

"Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)," kata dia.

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018.

Syafruddin menjelaskan, tahap pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi akan dilakukan pada minggu kedua September sampai dengan minggu kedua Oktober 2018.

Pelaksanaan seleksi (SKD dan SKB) pada minggu ketiga Oktober 2018.

Pengumuman kelulusan pada minggu keempat November 2018, sedangkan tahap pemberkasan dimulai pada bulan Desember 2018.

Syafruddin meminta masyarakat memantau informasi mengenai rekrutmen CPNS ini melalui situs Kementerian PANRB, yakni menpan.go.id dan situs BKN melalui sscn.bkn.go.id.

Adapun formasi rekrutmen CPNS yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) adalah sebanyak 238.015.

Rinciannya, 51.271 untuk instansi pusat dan 186.744 untuk instansi daerah.

Penerimaan CPNS untuk instansi pusat akan ditempatkan di 76 kementerian/lembaga (K/L).

Sementara untuk anggota CPNS di instansi daerah ditempatkan di 525 pemerintah daerah baik kabupaten maupun kota.

Pemerintah pun masih menerapkan prinsip zero minus growth dalam rekrutmen CPNS tahun ini.

Hal itu berarti moratorium CPNS dalam rekrutmen tahun ini tetap diberlakukan, kecuali untuk guru dan tenaga kesehatan.

"Kecuali untuk formasi guru dan dosen karena sangat dibutuhkan, guru madrasah juga termasuk. Kemudian yang sangat dibutuhka adalah tenaga kesehatan sehingga formasinya akan didominasi guru dosen dan tenaga kesehatan," kata Menpan-RB Syafruddin.

Syafruddin pun menambahkan, keputusan pemerintah membuka kembali rekrutmen CPNS tahun ini sebagai upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang lebih berkualitas.

"Hal ini juga untuk mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia pada 2024," ujar Syafruddin.

BKN Tambah Titik Pelaksanaan Rekrutmen CPNS 2018

Kepala Badan Kepegawaian Nasional ( BKN) Bima Haria Wibisana mengaku akan memperbanyak titik pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018.

Hal itu dilakukannya guna mengantisipasi banyaknya masyarakat yang mendaftrakan diri menjadi CPNS seperti tahun lalu.

"Untuk kesiapan pelaksanaannya, tahun lalu BKN hanya melakukan di ibu kota provinsi, di 34 titik karena hanya untuk kementerian dan lembaga. Tahun ini bedanya menyangkut juga di pemerintah daerah, jadi kita tambah 120 titik," ucap Bima dalam jumpa pers di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Selain titik pelaksanaan yang disiapkan BKN, beberapa pemerintah kota disebut Bima telah menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan rekrutmen CPNS.

"Kami akan mengadakan titik-titiknya yang baru di 92 kabupaten dan kota kemudian ada juga 49 pemkab dan pemkot yang mau menyelenggarakan secara mandiri, jadi mereka siapkan tempat sehingga BKN tinggal datang. Jadi jumlahnya ada 170-an," jelas Bima.

Di sisi lain, Bima memperkirakan bakal ada 5-6 juta peserta yang mendaftarkan diri sebagai CPNS.

Dia pun meyakini sistem SSCN untuk proses rekrutmen CPNS masih bisa mengatasi jumlah peserta hingga lebih dari itu.

Namun, Bima masih khawatir dengan server di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di tiap daerah.

"Yang saya khawatir justru di Disdukcapil karena sebelum daftar itu kan harus buat akun dan servernya ini terbatas. Makanya hari ini kita pastikan apakah pansel bisa memastikan untuk khusus penerimaan CPNS sebab biasanya sehari cuma mampu sampai 50.000, sedangkan ini nanti bisa lebih dari dua juta gimana caranya," pungkas Bima.(*)

Rekrutmen untuk CPNS Pusat Maupun Daerah

Semua itu tertuang lewat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemenpan RB) yang secara resmi merilis pengumuman terkait rekrutmen calon pegawai negeri sipil ( CPNS) tahun 2018.

Pengumuman ini berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018.

Dalam pengumuman itu, disebutkan bahwa total formasi CPNS 2018 sebanyak 238.015 orang.

Jumlah ini terbagi dua, yakni instansi pusat dan instansi daerah.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB, Mudzakir menyatakan, informasi ini memang dikeluarkan oleh pihak Kemenpan RB. "Iya (resmi)," kata Mudzakir saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/9/2018).

Hal tersebut juga diumumkan melalui Twitter resmi Kemenpan RB, @kempanrb.

Nantinya, di instansi pusat akan terbagi menjadi 76 instansi, dengan total formasi sebanyak 51.271 orang.

Sedangkan, untuk instansi daerah akan terbagi menjadi 525 instansi, dengan jumlah formasi sebanyak 186.744 orang.

Kemenpan RB menyatakan, jadwal pendaftaran dan pelaksanaan seleksi akan diumumkan dalam waktu dekat.

Kemenpan RB menegaskan, informasi resmi mengenai CPNS 2018 hanya pada situs pemerintah, yaitu www.menpan.go.id, www.bkn.go.id, dan www.sscn.bkn.go.id.

Menpan RB Syafruddin saat jumpa pers seusai Rapat Koordinasi Penyampaian Rincian Penetapan Kebutuhan Formasi PNS dan Persiapan Pengadaan CPNS Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (06/09/2018).(Dok. Kemenpan RB) ()

Didominasi Tenaga Guru 

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menetapkan kebutuhan formasi pegawai negeri sipil (PNS) untuk tahun 2018.

Tahun ini fokus perencanaan dan rekrutmen diarahkan meningkatkan daya saing bangsa, dengan prioritas pada bidang pelayanan dasar yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kurang, antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita,” ujar Menpan RB Syafruddin, pada acara Rapat Koordinasi Penyampaian Rincian Penetapan Kebutuhan Formasi PNS dan Persiapan Pengadaan CPNS Tahun 2018 di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (06/09/2018).

1. Dominasi CPNS untuk tenaga pendidik

Dilansir dari laman resmi Kemenpan RB, pengadaan CPNS tahun 2018 ini direncanakan akan membuka 238.015 formasi. Jumlah tersebut terdiri dari 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat dan 186.744 formasi instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).

Tenaga pendidik yang akan direkrut melalui CPNS 2018 ini terdiri atas: guru madrasah Kementerian Agama bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi, guru Kelas dan mata pelajaran untuk pemerintah daerah (pemda) sebanyak 88.000 formasi, dan guru agama untuk pemda sebanyak 8.000 formasi.

Total terdapat 122.454 formasi tenaga pendidik untuk kebutuhan instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sisanya, diberikan untuk memenuhi kebutuhan jabatan Inti pemerinth pusat yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, tenaga kesehatan untuk pemda sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis dari pelamar umum 30.429 formasi.

2. Mempersiapkan tantangan era industri 4.0

Syafruddin menyampaikan, prioritas perencanaan pengadaan CPNS pada jabatan-jabatan tersebut disesuaikan dengan program pembangunan Pemerintahan Kabinet Kerja. 

Di sisi yang lain, pengadaan CPNS tahun ini bersamaan dengan perubahan yang bergulir begitu cepat di era industri 4.0 yang bercirikan dominannya peran mesin dan otomatisasi, serta terintegrasinya sistem komputasi dan jejaring dalam proses fisik.

“Karena itu, untuk menghadapi tantangan dan mengantisipasi perubahan tersebut, kita harus mempersiapkan SDM Aparatur berkelas dunia yang berintegritas, memiliki nasionalisme, profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), ramah dan melayani (hospitality), serta memiliki daya jejaring yang kuat (networking),” ucap Syafruddin.

“Menyikapi hal tersebut serta dihadapkan pada tantangan era industri 4.0, kita memerlukan spesialisasi keahlian. Untuk itu pula, perencanaan dan usulan PNS baru, harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional dan daerah, serta sasaran Nawacita, sehingga daya saing bangsa kita semakin meningkat di kancah internasional,” sambungnya.

3. Seimbangkan proporsi PNS agar siap hadapi tantangan 

Saat ini jumlah PNS sekitar 4,3 juta, dengan proporsi terbesar adalah tenaga pelaksana atau administratif sebesar 1,6 juta atau sekitar 38% dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sekitar 8,6%.

Diharapkan dengan menyeimbangkan komposisi PNS akan dapat menyiapkan aparatur SDM bangsa yang siap menghadapi tantangan ke depan.

Teknis pendaftaran dilakukan serentak secara daring/online dibawah koordinasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui portal pendaftaran daring sscn.bkn.go.id.

Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.  Jadwal pelaksanaan pengadaan CPNS tahun ini direncanakan mulai bulan September 2018.

Diawali dengan tahap pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi pada minggu kedua September sampai dengan minggu kedua Oktober 2018.

Pelaksanaan seleksi dilakukan pada minggu ketiga Oktober 2018.

Pengumuman kelulusan dilakukan minggu keempat November 2018 dan tahap pemberkasan dimulai Desember 2018.

Masyarakat dapat memantau informasi mengenai rekrutmen CPNS ini melalui situs Kemenpan RB di menpan.go.id dan situs BKN melalui sscn.bkn.go.id.  (Kompas.com/ Mela Arnani) 

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul: Siapkan Berkas! Sscn.bkn.go.id Buka Pendaftaran CPNS 2018 16-20 September, Ini 3 Prioritas Kursinya,http://style.tribunnews.com/amp/2018/09/07/siapkan-berkas-sscnbkngoid-buka-pendaftaran-cpns-2018-16-20-september-ini-3-prioritas-kursinya?page=all

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved