Kabar Kalsel

Diburu Sejak Juli, Akhirnya DPO Peredaran Sabu Ini Berhasil Dibekuk

Rahmad Fadli alias Mandra (26)dpo peredaran sabu dibekukl Satnarkoba Polres Tabalong.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Hari Widodo
Humas Polres Tabalong
Rahmad Fadli alias Mandra (26) dibekuk setelah tiga bulan buron. 

TRIBUNKALTENG.COM, TANJUNG - Setelah tiga bulan menjadi orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena kasus peredaran sabu, Rahmad Fadli alias Mandra (26), kini tak bisa lagi bebas berkeliaran.

Pria yang mengaku warga Desa Tantaringin kecamatam Kelua, ini b.erhasil dibekuk Satnarkoba Polres Tabalong, Kamis (6/9/2018) dinihari sekitar pukul 00.15 Wita, di rumahnya.

Dari penangkapan terhadap pelaku ini petugas mendapatkan barang bukti berupa 2 buah timbangan digital warna silver dan putih, 1 buah handphone Nokia warna Hitam. Kemudian juga didapatkan barang bukti berupa 1 buah scop yang terbuat dari sedotan dan juga 1 pak plastik klip.

Baca: Polres Kapuas Bekuk Lima Pelaku Pembalakan, Amankan 300 Kayu Log dan 186 Keping Kayu Hutan

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Ini Syarat Nilai Passing Grade pada Tes SKD

Informasi didapat, pelaku masuk sebagai DPO berawal dari pengungkapan dugaan peredaran narkoba yang melibatkan Budi alias Aman Pikuk di sebuah rumah Desa Sei Buluh Kecamatan Kelua. Penangkapan terhadap pelaku Budi alias Aman Pikuk ini terjadi Juli lalu, tepatnya Selasa (3/7/2018) malam sekitar pukul 19.30 wita.

Rahmad Fadli alias Mandra (26) dibekuk setelah tiga bulan buron.
Rahmad Fadli alias Mandra (26) dibekuk setelah tiga bulan buron. (istimewa/humas polres tabalong)

Dalam penangkapan ini petugas yang melakukan penggeledahan badan terhadap pelaku memukan 3 kantong sabu dengan berat masing masing 5 gram. Kemudian juga ada 3 paket sabu dengan berat masing masing 0,58 graam, 0,34 gram dan 0,39 gram atau dengan total berat semuanya 16,31 gram.

Dengan temuan itu petugas kemudian membawa pelaku ke Mapolres Tabalong untuk menjalani proses lebih lanjut. Ternyata saat sudah di mapolres dan menjalani pemeriksaan, pelaku Budi alias Aman Pikuk ini mengaku masih ada menyimpan barang yang diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Mendengar pengakuan ini, sekitar pukul 23.00 wita, anggota kembali ke rumah pelaku di Desa Sei Buluh untuk melakukan penggeladahan dan ditemukan sabu-sabu yang jumlahnya cukup banyak.

Saat itu petugas mendapat dua kantong besar sabu yang ditanam di tanah samping rumahnya.

Berat sabu yang ditemukan masing- masing 62,42 gram dan 102,04 gram. Kemudian juga ada lagi 1 kantong kecil dengan berat 5,03 gram, sehingga total semuanya 169,49 gram yang dimasukan di dalam kotak bekas es krim.

Dengan temuan sabu yang cukup banyak itulah petugas meyakini ada pelaku lainnya yang diduga terlibat. Dan benar saja, ketika ditanya pelaku Budi alias Aman Pikuk mengaku mendapatkan sabu itu dari pelaku Rahmat Fadli alias Mandra yang menitipkan kepadanya.

Baca: Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Curanmor di Kapuas Murung Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Baca: Mabuk Miras, Guru SD Ini Dihabisi, Lehernya Ditebas Parang

Sejak itulah kemudian pelaku Rahmat Fadli alias Mandra dicari dan akhirnya beberapa bulan kemudian, tepatnya Kamis (6/9/2018) dinahari sekira jam 00.15 wita, anggota satresnarkoba berhasil menangkapnya.

Pelaku diamankan petugas saat berada di rumahnya di Desa Tantaringin Kecamatan Kelua, Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kasubaghumas Iptu H Ibnu Subroto, dikonfirmasi Jumat (7/9/2018) membenarkan penangkapan DPO yang diduga terlibat peredaran sabu dari pelaku lainnya yang sudah diamankan terlebih dahulu.

"Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Tabalong guna proses hukum lebih lanjut," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved