Kabar Kalsel

Soal Serangan Campak Rubella di Pondok Pesantren, Begini Jawaban Ketua Pokja

Kasus campak di Banjarbaru kini semakin bertambah. Hingga Kamis (6/09) jumlah kasus campak di Banjarbaru bertambah sembilan orang.

Soal Serangan Campak Rubella di Pondok Pesantren, Begini Jawaban Ketua Pokja
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
ilustrasi - Seorang murid ketakutan ketika petugas medis memberikan suntikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) di SDN Bawakaraeng 3, jl Gunung bawakaraeng, Makassar, Sulsel, Rabu (15/10). Kegiatan imunisasi itu merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) guna memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Kasus campak di Banjarbaru kini semakin bertambah. Hingga Kamis (6/09) jumlah kasus campak di Banjarbaru bertambah sembilan orang dari SMAN 2 Banjarbaru.

Kadinkes Kota Banjarbaru, Agus Widjaja mengklarifikasi campak yang terjadi di Banjarbaru. Saat ini diakuinya kasus campak di Banjarbaru masuk dalam kategori kejadian luar biasa. Khususnya di daerah Landasanulin dan Lianganggang.

"Kejadian yang terjadi saat ini campak, sudah diserahkan darahnya sebanyak 52 sampel untuk diuji laboratorium apakah campak morbeli atau juga ada kandungan rubella di dalamnya," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (06/09/2018).

Baca: Doa Haji Lulung untuk Ahok Setelah Tahu Ada Rencana Nikahi Polwan Pasca Cerai dari Veronica Tan

Baca: Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Menguat Diikuti Kenaikan IHSG

Selama ini berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan jelasnya terdeteksi bahwa campak yang dialami beberapa masyarakat di Indonesia mengandung rubella. Oleh karena itu vaksin MR diberikan untuk mencegah penyebaran virus campak rubella.

52 sampel darah tersebut diambil dari kasus campak yang terjadi di dua pondok pesantren di Banjarbaru.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Pondok Pesantren Banjarbaru, Syamsuni mengatakan tak ada campak rubella di pesantren. Selama ini yang ada santriwati hanya terkena kerumut.

Baca: Mahfud MD Mengurai #2019GantiPresiden, Ini 3 Kriteria Makar Merujuk KUHP

"Hanya kerumut, tidak ada rubella," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa tak ada santri dikarantina karena terkena campak. "Yang ada santri dipulangkan," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved