Kriminal Kalsel

Pasca Tewasnya Dahlia, Suami Korban Menghilang

Kematian Dahlia masih ramai diperbincangkan warga Desa Simpang Tiga RT 4 Mataraman Kabupaten Banjar.

Penulis: Hasby | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hasby
Lokasi TKP pembunuhan Dahlia (26). 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Kematian Dahlia masih ramai diperbincangkan warga Desa Simpang Tiga RT 4 Mataraman Kabupaten Banjar. Tidak ada yang menyangka, perempuan kelahiran 1992 itu tewas secara mengenaskan.

Kematiannya baru diketahui saudaranya dan warga setempat, Kamis (6/9) sekitar pukul 07.00 wita. Padahal sehari sebelumnya sempat berbincang di teras rumah tetangganya, dan membeli telur setengah kilogram untuk makan malam bersama keluarga.

“Sore hari sempat berbincang dan memberitahukan bahwa sudah beli telur setengah kilogram untuk makan malam. Tidak ada masalah keluarga,” kata Mega tetangga korban, Kamis (6/9).

Baca: Dahlia Warga Mataraman Ini Ditemukan Tewas, Ada Luka Tusuk di Bawah Leher

Baca: Menpan Umumkan Formasi Penerimaan CPNS 2018, Ini Jadwal Pelaksaan Seleksi

Kakak korban, Nasrudin mengatakan, dirinya yang mendobrak pintu rumah karena merasa heran biasanya mengantarkan anaknya sekolah, tetapi hingga pukul 07.00 wita tampak tidak ada aktifitas. Begitu terkejutnya setelah mendobrak pintu dan melihat pintu kamar terbuka, adik perempuannya sudah dalam posisi telentang dan berlumuran darah.

“Langsung ke Polsek Mataraman untuk melaporkan kejadiannya dan langsung diterima Kapolsek kemudian ke lokasi. Barulah dievakuasi ke rumah sakit Sungai Salak, dimakamkan setelah juhur,” katanya.

Dugaan kuat mengarah pada suami korban, Rulliansyah. Dikarenakan tidak ada orang lain di rumah dan pasca kejadian suaminya tersebut hilang tak terlihat batang hidungnya.

Nasrudin menceritakan, pada Kamis malam di desanya para pria memang sedang bekerja sehingga kondisi kampung sepi. Ruliansyah setelah Isya sempat menitipkan anaknya di rumah saudara Dahlia yang jaraknya hanya beberapa meter.

Kapolsek Mataraman AKP Rissan S turun ke TKP pembunuhan Dahlia (26)
Kapolsek Mataraman AKP Rissan S turun ke TKP pembunuhan Dahlia (26) (istimewa)

Diduga, saat itulah Ruliansyah menghabisi nyawa istrinya. Kemudian setelah selesai menghabisi nyawa istrinya, kembali menjemput anaknya tersebut dan mengantarkannya ke rumah orang tuanya di Desa Jaranih Mataraman barulah melarikan diri.

“Saat saya bersama beberapa anggota polisi mendatangi rumah orang tuanya tersebut, Rully tidak ada di rumah. Anehnya, orang tua Rully tidak mengizinkan kami menjemput anak adik saya dan keluarganya tidak ada berbelasungkawa,” ujar Nasrudin.

Baca: Rupiah ke Dollar Menguat, Kurs Dollar Terhadap Rupiah di Bawah Rp 14.900, Versi Google Rp 14.902.55

Baca: Soal Serangan Campak Rubella di Pondok Pesantren, Begini Jawaban Ketua Pokja

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Mataraman, AKP Rissan SM mengatakan, begitu mendapati laporan dirinya langsung bersama anggota ke tempat kejadian perkara. Langsung bekoordinasi dengan unit Reskrim, Polres dan jajaran.

“Sesuai arahan Pak Kapolres, AKBP Takdir Mattanete bahwa semua bersatu padu untuk menangkap pelaku. Kejadian ini merupakan pembunuhan dan pelaku dikenakan pasal 338 KUHP,” jelasnya.

Korban mengalami luka dibawah leher yang langsung mengenai jantung dengan kedalaman antara dua sampai tiga sentimeter akibat tikaman badik. Barang bukti berupa badik dan kumpangnya berlumuran darah, ditemukan tidak jauh dari rumah tempat perkara. (banjarmasinpost.co.id/hasby)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved