Kriminalitas Regional

Sabu Asal Thailand Disembunyikan di Sol Sepatu, Nyaris Masuk di Antara Bantuan Gempa Lombok

Sabu Asal Thailand Disembunyikan di Sol Sepatu, Nyaris Masuk di Antara Bantuan Gempa Lombok

Editor: Royan Naimi
Sabu seberat 300 gram berasal dari Thailand dikirim melalui kantor pos ke Lombok, dengan memanfaatkan arus pengiriman bantuan bencana gempa Lombok, Selasa (4/9/2018). (KOMPAS.com/FITRI R) 

TRIBUNKALTENG.COM, MATARAM - Sabu Asal Thailand Disembunyikan di Sol Sepatu, Nyaris Masuk di Antara Bantuan Gempa Lombok.

Polda Nusa Tenggara Barat ( Polda NTB) menggagalkan peredaran sabu seberat 300 gram dari Thailand yang dikirim melalui Kantor Pos.

Baca: Siapa Sosok Calon Istri Ahok, Nikahi Polwan Mantan Ajudan Veronika Tan Setelah Bebas dari Penjara?

Baca: Bebas Dari Penjara Ahok Dikabarkan Akan Nikahi Polwan Mantan Ajudan Veronica Tan

Peredaran narkoba ini diduga memanfaatkan modus barum, yakni menggunakan arus pengiriman bantuan untuk korban bencana Lombok.

Tersangka berinisial RI alias RM (33) tahun warga Dusun Gampung, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Baca: Di Timnas Spanyol, Saingan Terberat Kiper Kepa Arrizabalaga adalah Kiper Terbaik di Dunia Saat Ini

Meski warga Lombok Tengah, tersangka meminta pengirim menggunakan alamat lainnya di Kabupaten Lombok Timur.

“Mereka mengira kami lengah, namun aparat bersama petugas Bea Cukai Mataram bertindak cepat dan bisa memantau pergerakan para pengedar dan bandar sabu yang menargetkan pengiriman ke wilayah Lombok, yang tengah dilanda gempa,” kata PLT Bea Cukai Mataram, I Wayan Tapamuka, Selasa (4/9/2018) saat menggelar temuan narkotika di Polda NTB.

Baca: Rupiah Hari Ini Melemah, Berikut 6 Mata Uang Asing yang juga Anjlok dari Kurs Dollar Hari Ini

Dijelaskan Tapa, bahwa modus yang digunakan pelaku pengirim tergolong baru di Lombok NTB, yaitu menyimpan 8 bungkus kristal putih jenis sabu di dalam hak empat pasang sepatu, pelaku menempel bagian bawah sepatu dengan sangat rapi menggunakan lem perekat yang baik, sehingga secara kasat mata sulit terdeteksi.

Mengingat kristal jenis sabu dibungkus dengan plastik klip putih transparan, dan di ujung plastik dililit dengan lakban hitam dan dibungkus kembali dengan alumunium foil. Tak hanya itu, pelaku juga menyimpan kristal di selang yang digunakan sebagai tali ras perempuan, sehingga seolah olah pengirim mengirimkan barang berupa sepatu dan dua buah tas jinjing.

Baca: Karni Ilyas Buka-bukaan Soal Indonesia Lawyers Club (ILC) Batal Tayang Pekan Lalu, Tidak Diperkusi

Selang bening pun dililit dengan alumunium foil dan dililit kembali dengan lakban hitam, untuk mengelabui petugas.

“Modus yang seperti ini adalah pertama kalinya di tahun 2018, dimana pelaku menggunakan jasa pengiriman Kantor Pos, kebanyakan mereka cenderung melalui Bandara dibawa langsung oleh pelaku atau jasa pengiriman swasta. Sepertinya terkait dengan korban gempa disini, mereka menganggap polisi dan bea cukai akan konsentrasi hanya pada bencana gempa, sehingga mereka bisa lolos, tapi kita tidak lengah, Bea Cukai dan polisi tetap solid,” kata Tapa.

Baca: Kalteng Alokasi Rp 10 Miliar dari APBD-P untuk Bantu Korban Gempa di Lombok

Dir Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Yus Fadilah, mengatakan bahwa awal dari pada penangkapan tersebut karena adanya kerja sama antara Polda NTB dan Bea Cukai Mataram yang mencurigai adanya pengiriman barang terlarang melalui kantor pos.

Kemudian setelah teridentifikasi, petugas menyamar sebagai pegawai Pos Kota Mataram, karena tersangka belum diketahui.

“Dan setelah menyamar sebagai karyawan kantor pos, baru diketahui tersangka atau tujuan barang yang dikirim dari Thailand melalui kantor pos. Ini adalah modus yang pertama kali dilakukan di wilayah kita dan kita tak akan lengah, termasuk memanfaatkan situasi bencana seperti saat ini, kami justru semakin kuat mengawasi,” kata Fadilah.

Baca: Heboh Kesurupan Massal Siswa di Sekolah 4 Hari Berturut-turut, Setelah Sadar Mengaku Hanya Tertidur

Dijelaskan bahwa tersangka, sempat bekerja di Batam selama 7 bulan dan bulan Juli 2018 lalu tersangka merantau ke Malaysia.

Di Malaysia tersangka berkenalan dengan warga Thailand sesama TKI di Malaysia dan keduanya kerap bertransaksi narkoba.

Namun pada transaksi kali ini upaya tersangka terdeteksi aparat.

Baca: Guru TK Ditemukan Tewas, Sempat SMS: Mbak Jangan Telepon, Aku Sama Pacar Baruku

“Atas perbuatannya, tersangka RM diancam pasal 144 ayat 2 atau pasal 113 ayat 2 dan pasal 112 ayat 1 Undang Undang No 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 5 hingga 20 tahun penjara” kata Fadilah.

Fadilah mengingatkan siapapun yang memanfaatkan situasi bencana untuk memasok barang haram narkotika, akan menjadi pantauan dan incaran aparat. “Kami akan memantau terus dan mereka tak akan bisa mengelabui aparat,” katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paket Sabu Dalam Sepatu dari Thailand Manfaatkan Arus Bantuan Gempa Lombok"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved