Kalteng Kita

Kasus Gigitan Anjing Tinggi, Dinkes Kalteng Temukan Satu Korban Meninggal Akibat Rabies

Populasi anjing terus bertambah sehingga anjing liar maupun anjing piaraan yang dibiarkan berkeliaran makin banyak di kompleks perumahan

Kasus Gigitan Anjing Tinggi, Dinkes Kalteng Temukan Satu Korban Meninggal Akibat Rabies
tribunnews.com
Ilustrasi - Pemberian vaksin anti rabies kepada anjing 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus gigitan anjing yang mengakibatkan orang meninggal dunia, ditemukan di Kalteng.

Demikian temuan Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah yang sekitar dua bulan lalu mendapat laporan dari sebuah desa di Kabupaten Lamandau. Bahkan sebelum korban tewas sempat menggigit anggota keluarganya.

Meski kasus seorang warga terjangkit Rabies hingga meninggal dunia di Lamandau, tetapi kasus gigitan anjing masih cukup banyak terjadi di Kalteng dan populasi anjing cukup banyak ada di Palangkaraya, mencapai 6.000 ekor berdasarkan informasi Distanak setempat.

Populasi anjing terus bertambah sehingga anjing liar maupun anjing piaraan yang dibiarkan berkeliaran makin banyak di kompleks perumahan di Ibu Kota Kalteng ini, kerap menggigit warga yang beraktifitas di kompleks perumahan.

Baca: Waspadai Kabar Hoaks, Polda Kalteng Ingatkan Netizan Bijaksana Posting di Medsos

Baca: Ajarkan Kencingi Alquran, Guru Aliran Sesat yang Meresahkan Ini Ditangkap

Baca: PT Pegadaian, Telkom dan Citilink Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

"Kebanyakan anjing dibiarkan lepas di kompleks perumahan sehingga memang membuat takut warga, sebab kerap menyerang warga dengan cara menggigit, ini selayaknya tangkap agar tidak mengganggu," ujar Halis salah satu warga Jalan Pausraya Palangkaraya, Jumat (31/8/2018).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayuk Indriarti, membenarkan adanya satu warga di Lamandau yang tewas akibat terjangkit Rabies dan memang sempat menggigit keluarganya.

"Tapi sudah kami suntik dari pihak keluarganya yang digigit itu, kami berharap jika ada warga yang digigit anjing segera saja melaporkan atau di bawa ke rabies center sehingga bisa dilakukan penanganan," ujarnya.  (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved