Breaking News:

Kabar Kalsel

Warga Desa Kandangan Lama Panyipatan Takut Makan Ikan Gabus, Ini Gara-garanya

Warga Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut geger menyusul ditemukannya cacing di dalam daging ikan gabus.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Noor Ifansyah, Sekretaris BPD Kandangan Lama, memperlihatkan daging ikan gabus yang terkontaminasi cacing, Rabu (29/8/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Warga Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, dalam satu pekan ini geger menyusul ditemukannya cacing di dalam daging ikan gabus yang akan mereka konsumsi.

Ikan gabus hasil memancing di perairan Sungai Tanipah, wilayah Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong pun sengaja disimpan warga untuk pembuktian bahwa daging ikan gabus atau kerap disebut ikan haruan yang mereka dapatkan memang mengandung cacing.

Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kandangan Lama, Nor Ifansyah pun berharap pemerintah segera memastikan ikan gabus yang mengandung cacing itu tak membahayakan jika dikonsumsi.

"Sepengetahuan saya belum ada perwakilan pemerintah datang meneliti. Saya tidak ingin juga membawa kabar hoax, makanya lebih baik dilihat langsung," katanya.

Baca: Polres Tala Selidiki Kematian Kakek Penjaga Kebun Kelapa Sawit

Baca: Perempuan Warga Negara China Ditemukan Tewas di Kamar Hotel, Sebelumnya Diantar Pria Bermasker

Nor Ifansyah pun membelah langsung daging gabus itu dihadapan reporter Banjarmasinpost Online memang terlihat jelas cacing itu berwarna kuning dan bertelur di dalam serat daging ikan gabus yang berwarna putih bening.

"Saya hanya minta jaminan apakah berbahaya atau tidak cacing dalam ikan gabus ini. Warga resah dan tidak ada yang berani membeli ikan haruan," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanahlaut, Rizayadi dikonformasi mengaku sudah mengirim tiga ekor ikan gabus yang ditemukan warga untuk diteliti di Balai Perikanan Air Tawar di Kabupaten Banjar.

Menurut Rizayadi, hasil penelitian terhadap ikan gabus asal Desa Kandangan Lama itu secara tertulis belum disampaikan kepada pihaknya untuk disosialisasikan.

"Secara lisan kami sudah menerima hasil pengujian. Cuma hasil resmi secara tertulis yang nantinya disampaikan kepada masyarakat. Imbauan saya sementara bersabar untuk tidak mengonsumsi ikan gabus," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved