Kabar Haji

Jamaah Haji Diturunkan Paksa dari Bus Usai Melontar Jumrah, PPIH Kirim Surat Protes

Agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya berjanji tahun depan akan memperketat kontrak kerja dengan naqabah.

Jamaah Haji Diturunkan Paksa dari Bus Usai Melontar Jumrah, PPIH Kirim Surat Protes
kemenag.go.id/mch
Dirbina Haji Khoirizi menenangkan sejumlah jemaah yang sempat diturunkan paksa di jalan oleh oknum sopir bus. 

TRIBUNKALTENG.COM, MAKKAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengirimkan nota protes kepada pihak naqabah (otoritas non pemerintah yang membawahi bus di Saudi).

Itu dilakukan atas tindakan tidak terpuji dilakukan sopir bus di Saudi Arabia yang menurunkan paksa jemaah haji yang baru pulang dari Mina jauh dari hotel.

“Kami sudah mengirimkan nota protes kepada pihak naqabah terkait kejadian tersebut. Kita menunggu tindakan dan langkah naqabah,” tegas Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Subkhan Cholid, di Kantor Daker Makkah ‘Al Mabrur’, Sabtu (25/08) malam sebagaimana dilansir dari website kemenag.go.id,

Subkhan menyebut, sesuai dengan aturan yang dibuat bahwa pengemudi harus mengantarkan penumpang hingga tujuan.

“Tentu ini yang menjadi pegangan bersama dan nanti akan ada sanksi bagi perusahaan bus atas wanprestasi tersebut,” ujarnya.

Baca: Hasil Liga Jerman - Borussia Dortmund Menang Telak 4-1 atas Red Bull Leipzig

Baca: Daftar Perolehan Medali Asian Games 2018 - Indonesia Gondol 12 Medali dan Tetap di Posisi 5

Baca: Hasil Liga Spanyol - Kalahkan Girona, Real Madrid di Puncak Klasemen La Liga

“Saya juga sudah meminta foto sopir dan nomor bus yang melakukan itu, tapi belum ada yang kirim. Jadi belum bisa jadi bukti yang kuat,'' katanya. “Foto sopir dan nomor bus dapat dikirim via WhatsApp langsung ke nomor saya yaitu +966 56 405 0834,” tandas Subkhan.

Agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya berjanji tahun depan akan memperketat kontrak kerja dengan naqabah.

“Kedua, kita juga akan memasifkan sosialisasi kepada jemaah bahwa memang pada tanggal 12 dan 13 Dzulhijjah kota Makkah sedang dalam kondisi yang padat,” sambung Subkhan.

“Sejak awal kita sudah sampaikan kondisi lalu lintas di sana begitu padat pada waktu tersebut, dan kita mencari solusi bersama-sama,” imbuhnya.

Sebelumnya, jemaah haji yang Jumat (23/08) kemarin selesai melontar jumrah, dipulangkan ke hotel masing-masing di Makkah. Namun, beberapa sopir bus menolak mengantar jemaah sampai ke hotel. Mereka menurunkan jemaah begitu saja di pinggir jalan. Alasannya, akses menuju hotel ditutup.

Nasib tak mengenakkan itu dialami beberapa kloter antara lain LOP-10 dan SOC-94. Hotel mereka berada di sektor 5, Mahbas Jin. Namun, sopir bus malah menurunkan paksa penumpang di sektor 7, Aziziah. Padahal, jarak antara Mahbas Jin dan Aziziah masih sekitar 3 kilometer lagi.

Untungnya ada petugas dari Media Center Haji (MCH) yang melintas dan langsung mengontak kendaraan operasional. Jemaah yang sakit dan pingsan digotong ke dalam mobil dan diantar ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah yag terletak di kawasan Aziziyah Janubiyah. Jemaah lain diminta berteduh dulu di hotel-hotel di sepanjang jalan yang ditempati jemaah haji Indonesia. Sementara, jemaah lansia diajak ke kantor Daker Makkah ‘Al-Mabrur’ untuk beristirahat. 

Di Al-Mabrur, jemaah haji diterima Direktur Bina Haji Kementerian Agama Khoirizi H. Dasir. Dia menenangkan jemaah yang masih terlihat kesal. Khoirizi juga menyuguhkan makanan kepada mereka. (Kemenag.go.id)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved