Kriminalitas Regional

Salah Sendiri Rampas Handphone Sebelum Nikah, Terpaksa Pemuda ini Gelar Akad di Musala Polsek

Salah Sendiri Rampas Handphone Sebelum Nikah, Terpaksa Pemuda ini Gelar Akad di Musala Polsek

Editor: Royan Naimi
Muhammad Fathoni Arip (20) dan Silviana Novi masih mengenakan pakaian pengantin berpelukan dan menangis sesenggukan. (surya/david yohanes) 

TRIBUNKALTENG.COM, TULUNGAGUNG - Salah Sendiri Rampas Handphone Sebelum Nikah, Terpaksa Pemuda ini Gelar Akad di Musala Polsek.

Pemuda bernama Muhammad Fathoni Arip (20) dan Silviana Novi mengenakan pakaian pengantin.

Namun, kedunay Keduanya berpelukan dan menangis sesenggukan.

Baca: Pura-pura Jadi Dukun Tapi Sebenarnya Pria Ini Mau Perkosa Anak SMP, Untung Digerebek Pemuda

Padahal, Mereka baru saja menikah di musala Mapolsek Boyolangu, Jumat (24/8/2018) sore.

Namun, keduanya harus langsung berpisah, karena Fathoni harus menjalani proses hukum.

Warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat ini adalah pelaku perampasan handphone (HP) yang ditangkap anggota Polsek Boyolangu, Kamis (23/8/2018) malam.

Baca: Super Junior Bakal Bikin Heboh Penutupan Asian Games 2018, Fans Suju Bisa Merapat ke Stadion

Pernikahan ini dihadiri orang tua kedua mempelai. Kapolsek Boyolangu, Akp Pudji Widodo menjadi salah satu saksi mempelai.

Sebagai maskawin uang tunai Rp 1.000.000 dan seperangkat alat salat.

Ijab kabul sempat diulang, karena Fathoni terlalu cepat menyahut usai penghulu mengucapkan kata-katanya.

Kedua mempelai kemudian berpisah. Fathoni kembali ke ruang tahanan, sementara Silviana diajak pulang orangtuanya.

“Kami hanya memfasilitasi kedua mempelai. Tidak mungkin saya menghalangi pernikahan mereka,” ucap Kapolsek.

Baca: Perolehan Medali dan Klasemen Sementara Asian Games 2018, Indonesia Tambah Emas Tapi Tetap No 5

Kedua orang tua Fathoni telah menyiapkan pesta lengkap dengan hiburan organ tunggal. Namun, acara “ngundhuh mantu” ini terpaksa dilaksanakan tanpa kehadiran Fathoni.

Kapolsek menjelaskan, tidak mungkin dirinya mengizinkan Fathoni yang sudah menjadi tersangka meninggalkan Mapolsek Boyolangu.

“Tidak ada penangguhan penahanan. Sangat berisiko bagi kami,” ucap Widodo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved