Meliana Divonis 18 Bulan Penjara, Menteri Agama Bongkar Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Meliana harus mendekam di penjara akibat dituduh melakukan penistaan agama karena meminta volume speaker masjid dipelankan ketika azan.

Meliana Divonis 18 Bulan Penjara, Menteri Agama Bongkar Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid
via Tribunpontianak.co.id
Menteri Agama dan Meliana 

Sedangkan Pasal 156a KUHP berbunyi: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Dari definisi kedua pasal tersebut, Robikin tidak melihat adanya unsur pelanggaran yang dilakukan Meliana. Di samping itu, lahirnya pasal penodaan agama memiliki semangat menjaga keharmonisan sosial, bukan sebaliknya, menjadi alat pemberangusan kebebasan.

“Seperti dimaklumi, lahirnya pasal penodaan agama antara lain untuk menjaga harmoni sosial yang disebabkan karena perbedaan golongan atau perbedaan agama/keyakinan yang dianut. Saya berharap penegak hukum tidak menjadikan delik penodaan agama sebagai instrumen untuk memberangus hak menyatakan pendapat,” lanjut ketua PBNU yang juga merupakan seorang advokat konstitusi ini.

Ia mengimbau pada umat Islam agar tidak berlebihan menanggapi perbedaan, terlebih mengingat kemajemukan masyarakat Indonesia.

“Pendapat seperti (Meliana) itu sewajarnya kita tempatkan sebagai kritik konstruktif dalam kehidupan masyarakat yang plural. Selain itu, semua pihak diharapkan dapat menjaga harmoni sosial dengan memperkokoh toleransi, termasuk toleransi sesama dan antar umat beragama,” tutup Robikin yang juga memimpin sebuah sebuah lembaga bantuan hukum di Jakarta.

Jejak Kasus

Kasus ini bermula pada Jumat 22 Juli 2016 silam.

Waktu itu, Meliana mendatangi tetangganya.

Dia meminta agar tetangganya menegur pengurus masjid untuk mengecilkan volume speaker masjid yang biasa untuk azan.

Meliana merasa terganggu akibat suara azan yang terlalu keras.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved