Meliana Divonis 18 Bulan Penjara, Menteri Agama Bongkar Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Meliana harus mendekam di penjara akibat dituduh melakukan penistaan agama karena meminta volume speaker masjid dipelankan ketika azan.

Meliana Divonis 18 Bulan Penjara, Menteri Agama Bongkar Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid
via Tribunpontianak.co.id
Menteri Agama dan Meliana 

Vonis Meliana

Meliana divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Hakim Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo.

Dalam sidang pada Selasa kemarin, Meliana telah melanggar pasal 156a.

"Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, dikurangi masa tahanan," ujar Wahyu membacakan amar putusan, dikutip dari Kompas.com.

Meliana bersama kuasa hukumnya berencana mengajukan banding.

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim sesuai dengan tuntutan jaksa.

PBNU: Ungkapan Meliana Tak Menistakan Agama

Dikutip dari nu.or.id, Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan Robikin Emhas menilai bahwa perkataan Meliana yang mengatakan “suara azan terlalu keras” tidak termasuk penistaan agama.

“Mengatakan ‘suara azan terlalu keras’ menurut pendapat saya bukan penistaan agama. Tanpa bermaksud menilai putusan pengadilan, saya tidak melihat ungkapan tersebut sebagai ekspresi kebencian atau sikap permusuhan terhadap golongan atau agama tertentu,” ujar Robikin Emhas kepada NU Online di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Menurut Robikin, tidak ada delik hukum dalam pasal dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 156a KUHP yang dilanggar Meliana. Pasal 156 KUHP berbunyi: Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved