Bisnis dan Ekonomi

Krisis Ekonomi di Veezuela Bikin Nilai Mata Uang Terpuruk, Harga Popok 8 Juta!

Presiden Venezuela Nicolas Maduro sampai menerbitkan mata uang baru untuk mengendalikan inflasi negara itu.

REUTERS
Sekilogram wortel di Venezuela kini harganya melangit, mencapai 3.000.000 Boliver 

TRIBUNKALTENG.COM - Beberapa negara di dunia, saat ini tengah dilanda krisis ekonomi.

Bersama Turki dan Malaysia, Venezuela tahun ini juga menderita krisis ekonomi.

Bahkan tingkat keparahannya jauh melebihi Turki maupun Malayisa. Mata uang mereka terjun bebas.

Bahkan pada Senin (20/8/2018), Presiden Venezuela Nicolas Maduro sampai menerbitkan mata uang baru untuk mengendalikan inflasi negara itu.

Baca: Heboh Novita Melly Purba Ambil Alih Kemudi Minibus, Begini Aksinya

Baca: Inilah Detik-detik Aries Susanti Rebut Emas Panjat Tebing di Asian Games 2018, Mirip Spiderman!

Baca: 5 Info Terbaru Pendaftaran CPNS 2018, Perhatikan Persyaratan Berikut Ini

Tahun ini, menurut perkiraan IMF, inflasi di Venezuela akan mencapai satu juta persen.

Mata uang Bolivar Venezuela begitu ambruk nilainya jadi hampir tidak berharga.

Nilai AS$1 kini bisa setara lebih dari 6,3 juta Bolivar.

Nilai yang mata uang rendahnya gila-gilaan itu mungkin hanya bisa dibandingkan dengan mata uang dolar Zimbabwe pada masa Robert Mugabe.

Saat itu bahkan tukar AS$1 sama dengan 669miliar Dolar Zimbabwe.

Tak pelak, harga barang melambung tinggi. Para penduduk lokal membutuhkan tumpukan uang tunai untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

Berikut ini adalah gambaran betapa mengerikannya krisis ekonomi yang dilanda Venezuela akibat dari hiperinflasi negara tersebut:

1. Popok bayi

x
Untuk membeli sebungkus popok, warga Venezuela harus mengeluarkan jutaan ang Bolivar (REUTERS)

Satu paket popok digambarkan seharga tumpukan uang 8.000.000 bolivar (sekitar Rp460 ribu) di sebuah mini market di Caracas, Venezuela.

2. Tepung

c
1 Kg seharga 2,5 juta bolivar (REUTERS)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved