Vaksin MR

MUI Benarkan Vaksin MR Mengandung Babi, Tapi Fatwa MUI Boleh Digunakan dengan Alasan Ini

MUI Benarkan Vaksin MR Mengandung Babi, Tapi Tetap Membolehkan Digunakan dengan Alasan Ini

MUI Benarkan Vaksin MR Mengandung Babi, Tapi Fatwa MUI Boleh Digunakan dengan Alasan Ini
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Seorang murid ketakutan ketika petugas medis memberikan suntikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) di SDN Bawakaraeng 3, jl Gunung bawakaraeng, Makassar, Sulsel, Rabu (15/10). Kegiatan imunisasi itu merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) guna memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - MUI Benarkan Vaksin MR Mengandung Babi, Tapi Tetap Membolehkan Digunakan dengan Alasan Ini.

Ya, MUI Bolehkan Vaksin MR Digunakan, Ini Unsur yang Dinilai Memenuhi Syarat Dibolehkan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa, mengeluarkan fatwa tentang imunisasi vaksin MR.

Baca: Kumpulan Pantun Ucapan Selamat Idul Adha 2018, Cocok Dikirim ke Mantan Kekasih Sampai Keluarga

Isi Fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin Measless dan Rubella untuk imunisasi itu menyatakan, pada dasarnya vaksin yang diimpor dari Serum Institute of India itu haram karena mengandung babi.

Namun, dinilai ada unsur yang memenuhi syarat untuk dibolehkan digunakan walaupun mengandung unsur haram, yakni penggunaannya saat ini dibolehkan karena keterpaksaan.

"Dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/8/2018) malam.

Baca: Beda Nasib Joni dengan Bocah Aru Ini, Sama-sama Memanjat Tiang Bendera, Tapi Cuma Dapat Jabat Tangan

"(Tetapi) penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India, pada saat ini, dibolehkan (mubah)," ucapnya.

Ada tiga alasan kenapa MUI untuk sementara ini membolehkan penggunaan vaksin MR.

Pertama, adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah).

Baca: Doa Buka Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1439 H Hari Ini Jelang Idul Adha 2018 dan Malam Takbiran

Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved