Kabar Haji

Badai Pasir di Arafah, Menteri Agama Keliling Tenda untuk Tenangkan Jemaah Haji Indonesia

Sementara salah satu jemaah, Mohammad Khoeron Durori, menyebut jika tenda tahun ini relatif lebih kuat ketimbang 2016.

Badai Pasir di Arafah, Menteri Agama Keliling Tenda untuk Tenangkan Jemaah Haji Indonesia
whatsapp@yanimodeungu
Badai angin dan hujan di Kota Mekkah sehingga kain penutup Kakbah (Kiswah) di Masjidil Haram terbuka dan sobek 

TRIBUNKALTENG.COM, MAKKAH -  Ahad (19/8/2018) pukul 19.00 WAS, badai pasir disertai angin dan hujan terjadi Kota Mekkah dan di Arafah,

Ketika itu, seluruh jemaah haji Indonesia yang telah berada di Arafah tengah melaksanakan salat maghrib bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. 

Dilansir dari Kemenag.go.id, peristiwa tersebut berlangsung sekitar sejam. Kekuatan angin yang cukup kencang merobohkan satu tenda yang digunakan untuk dapur. Sementara seluruh tenda yang digunakan jemaah tetap aman dan selamat.

Begitu suasana agak mereda, Menag Lukman berkeliling ke seluruh tenda jemaah yang tersebar dalam 70 maktab. Di hadapan jemaah kloter JKG-21, misalnya, Menag menyapa hangat seluruh jemaah yang ada.

Baca: Via Vallen Ternyata Menyanyi Lipsync Saat Pembukaan Asian Games 2018, Begini Alasan Masuk Akalnya

Baca: Terungkap Identitas Asli Bocah di Video Pembukaan Asian Games 2018, Ini Cerita Syuting Bareng Jokowi

Baca: Badai Pasie Landa Arab Saudi Jelang Wukuf Arafah, Kain Kiswah Penutup Kabah Tersingkap

Baca: Bawaslu Panggil Andi Arief Terkait Cuitan Mahar Politik

Baca: GP Ansor Godok 3 Nama untuk Kandidat Ketua KNPI Kalteng

“Bapak-ibu sekalian, saya mohon maaf sekali, ada jemaah yang belum makan. Ini tadi angin kencang dengan hujan. Sehingga proses penyiapan makan agak terganggu,” ujar Menag.

“Mudah-mudahan ini merupakan ujian, istirahat yang cukup dan semoga besok dapat melaksanakan wukuf dengan sebaik-baiknya,” sambung Menag.

Agar jemaah tidak menunggu lama makan malam, Menag langsung perintahkan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Arafah, Arsyad Hidayat, agar meminta kepada maktab untuk segera mendistribusikan makan.

“Tolong perintahkan ke maktab 21 untuk segera mendistribusikan makanan,” tegas Menag kepada Kasatgas Arafah.

Sementara salah satu jemaah, Mohammad Khoeron Durori, menyebut jika tenda tahun ini relatif lebih kuat ketimbang 2016.

“Dua tahun lalu saya menjadi petugas haji dan kualitas tenda tidak seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya dulu angin yang melanda tidak sekencang kali ini, namun yang roboh cukup banyak. “Alhamdulillah, meski angin lebih kencang kali ini namun tenda tetap kokoh berdiri,” sambungnya. (Kemenag.go.id/MCH)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved