Kabar Palangkaraya

Jangan Lupa Malam Ini ke Tugu Soekarno Palangkaraya, Ada Pergelaran Seni Budaya Tari Dayak

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut, dibuka dengan penampilan tari 'Insikai Balang Bansa' (Tari Balian Dadas)

Jangan Lupa Malam Ini ke Tugu Soekarno Palangkaraya, Ada Pergelaran Seni Budaya Tari Dayak
tribunkalteng.com/faturahman
Festival Tari Kebangsaan, yang berlangsung di Tugu Soekarno, jalan S. Parman, Kota Palangkaraya, Sabtu (18/8/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bagi anda yang ingin menghabiskan malam minggu bersama keluarga di Kota Palangkaraya, kawasan tugu Soekarno Jalan S Parman Palangkaraya sepertinya bisa dijadikan sebagai tempat mangkal yang cocok.

Dalam rangka memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia, dan Perayaan HUT ke 11 Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun ini meriah, Sabtu (18/8/2018), pemerintah Provinsi Kalteng bekerjasama dengan DAD dan Polda Kalteng menggelar Festival Tari Kebangsaan, yang berlangsung di Tugu Soekarno.

Ketua panitia kegiatan, sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan, mengatakan, Kegiatan Festival Tari Kebangsaan ini diikuti oleh 15 sanggar tari dan 157 peserta.

Baca: Beredar Video Aura Kasih Berpegangan Tangan dengan Pria Bule Ganteng, Pacar Baru atau TTM?

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu 18 Agustus 2018, Ada Keuntungan Tak Terduga Nih

Baca: Kian Sporadis, BNPB Tambah Helikopter Bom Air untuk Atasai Kebakaran Lahan

Baca: Ini Syarat Indonesia Bisa Lolos ke 16 Besar Asian Games 2018

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut, dibuka dengan penampilan tari 'Insikai Balang Bansa' (Tari Balian Dadas) dari sanggar Tunjung Nyaho Palangkaraya.

Bersamaan dengan itu, Kapolda Provinsi Kalteng Irjen Anang Revandoko memaparkan, kebudayaan dan kesenian di Provinsi Kalteng merupakan aset yang tak ternilai harganya, oleh karena itu kebudayaan dan kesenian Kalteng harus dijaga kelestariannya sehingga tak tergerus oleh zaman.

"Budaya dan kesenian Suku Dayak, wajib dijaga kelestariannya, sehingga budaya dan kesenian suku Dayak sebagai aset yang tak ternilai harganya tidak tergerus oleh zaman. Jangan sampai kita menyesal pada saat sudah tua nanti, anak cucu kita tidak bisa melihat budaya dan kesenian asli suku Dayak," ungkapnya.

Kegiatan Festival Tari Kebangsaan ini resmi dimulai dengan ditekannya tombol peringatan secara bersama-sama oleh pihak Pemprov, Polda kalteng dan DAD Kalteng, sebagai simbolis, serta kegiatan ini juga diisi dengan pemberian tali asih kepada 25 sanggar tari yang dari seluruh Kalteng. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved