Kabar Palangkaraya

Saat Diperiksa BNN, Urin Tiga Pelajar Ini Mengandung Narkoba, Begini Pengakuan Mereka

urine tiga orang pelajar laki-laki ternyata mengandung narkoba jenis ampitamin atau narkoba jenis sabu.

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
Kompas.com
Ilustrasi narkoba 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (16/8/2018) melakukan tes urin terhadap 50 pelajar di salah satu SLTA Palangkaraya.

Hasil pemeriksaan urin yang dilakukan BNN Kota Palangkaraya tersebut cukup mengejutkan.  Pasalnya, urine tiga orang pelajar laki-laki dengan inisial, AA, WK dan ML ternyata mengandung narkoba jenis ampitamin atau narkoba jenis sabu.

Tentu ini sangat mengagetkan guru di sekolah tersebut, betapa tidak narkoba jenis sabu merupakan narkoba yang sangat jarang menyebar hingga ke kalangan pelajar SLTA di Kota Cantik, karena narkoba tersebut mudah membuat penggunanya ketergantungan.

Parahnya, saat dimintai keterangan oleh BNN terhadap tiga pelajar tersebut ketiganya mengakui beberapa hari sebelum pemeriksaan urin mereka memang mengonsumsi narkoba jenis sabu tersebut.

Baca: Kanwil Kemenag Kalteng Himpun Lebih Rp 300 Juta untuk Korban Gempa di Lombok

Baca: Tahanan Narkoba Tewas di Sel Tahti Polda Kalsel, 8 Penghuni Jadi Tersangka

"Ya , benar kami baru saja mengonsumsi narkoba dua hari lalu, jenisnya ya sabu-sabu kami dapat dari penjualnya di kawasan Puntun. Selama ini memang ada yang jualan narkoba di lokasi itu," ujar ML yang mengaku sudah dua tahun mengenal narkoba tersebut.

WK pelajar pemakai narkoba lainnya yang juga terindikasi menggunakan shabu  mengaku hanya ikut-ikutan saja memakai narkoba jenis sabu tersebut.  Memang, awalnya hanya biasa memakai obat Zenith atau Charnophen tapi lama-lama ingin mencoba yang lain.

"Ya awalnya memang cuma pakai Charnophen atau Zenith, tapi lama-lama pengen nyoba yang lain karena kawan menawari jenis sabu, saya coba akhirnya ketagihan, sampai sekarang," ujarnya lagi.

Demikian juga dikatakan, AA, yang mengaku menggunakan sabu jika badannya mengalami pegal di pundak dan paha bahkan juga kerap merasa gemetar.

"Saat itu saya terpaksa mencari sabu agar badan terasa enak,"ujarnya.

Baca: Dampak Gempa 7 SR 5 Agustus 2018, Daratan Pulau Lombok Naik 25 Sentimeter

Sementara itu, Wali kelas dan Kesiswaan, Derisan Samosir, mengatakan, untuk menghindari agar siswanya tidak terkena obat-obatan terlarang, keagiatan ekstra kurukuler di sekolah digiatkannya.

"Kami benar-benar tidak ingin agar siswa dan siswi kami terkena obat-obatan terlarang tersebut, karenanya, kami perbanyak kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler di sekolah agar anak-anak tidak ada waktu untuk berbuat hal negatif," ujarnya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved