Breaking News:

Kabar Palangkaraya

Tiga Kali Diberi Teguran Sampai Gaji Tak Dibayar, Begini sosok Lud yang diamankan Densus 88

selama masih aktif bekerja di rutan, Lud sama saja seperti petugas lainnya tertib saat menjalankan tugasnya.

Penulis: Fathurahman | Editor: Mustain Khaitami
tribunkalteng.com/faturahman
Petugas dan warga saat berada di TKP rumah yang digerebek Densus 88 Mabes Polri di Palangkaraya Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penangkapan terduga  teroris, Lud (45) yang dikenal sebagai sipir atau penjaga keamanan penjara di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Palangkaraya di Jalan Tjilik Riwut kM 4, oleh Tim Densus 88 Mabes Polri, Senin (13/8/2018), juga menjadi perhatian kalangan petugas rutan.

Pria berambut sedikit gondrong ini, selama masih aktif sebagai sipir di penjara berkelakuan baik seperti orang kebanyakan dan melakukan pekerjaanya dengan baik.

Contohnya ketika lonceng jam masuk tahanan dibunyikan dia juga menyuruh penghuni rutan masuk ke dalam kamar ini karena menjadi tugasnya keseharian yang selalu dilakukan.

Baca: Ada yang Sedang Romantis Nih, Simak Ramalan Zodiak Selasa (14/8/2018)

Baca: Dua Sepeda Motor Adu Kambing di Bentok Batibati Tanahlaut, 2 Pengendara Tewas, Satu Luka

Baca: Awas Produk Kosmetik Berbahaya, BPOM Rilis Daftarnya

Kepala Keamanan Rutan Palangkaraya, Oktario Handoyo Seno, Selasa (14/8/2018) kepada Tribun Kalteng.com mengungkapkan selama masih aktif bekerja di rutan, Lud sama saja seperti petugas lainnya tertib saat menjalankan tugasnya.

"Sepengetahuan saya tidak ada yang ganjil dengan sikapnya, mungkin hanya sekadar pendiam itu saja , untuk yang lainnya normal saja, sama lah seperti kebanyakan orang," ujarnya.

Namun terkait, seringnya di membolos tidak masuk kantor tanpa keterangan dan sudah berulang kali diberikan surat peringatan tetapi tidak digubris, sejak saat itu pihak rutan tidak bisa melihat perubahannya lagi, karena dia tidak tinggal di perumahan rutan.

"Kami tidak bisa lagi mengontrol, kegiatannya ketika setahun lebih dia tidak masuk, pimpinan sudah tiga kali memberikan teguran bahkan menghentikan pembayaran gajinya, tetap tidak digubris olehnya, dia tidak mau lagi masuk kantor," ujar Okta. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved