Sains

Dari Biji Mahoni dan Kulit Jeruk, Spray Buatan Siswa SMA Ini Jadi Obat Anti Demam Berdarah

Meski baru sebatas hasil penelitian, hingga kini San Pemarah diminati oleh masyarakat umum.

Dari Biji Mahoni dan Kulit Jeruk, Spray Buatan Siswa SMA Ini Jadi Obat Anti Demam Berdarah
KOMPAS.com/FIRMANSYAH)   
Guru pembimbing memperlihatkan produk San Pemarah kreasi Siswa SMAN 2 Bengkulu Selatan. 

TRIBUNKALTENG.COM, BENGKULU - Parfum Anti Nyamuk Penangkal Demam Berdarah (San Pemarah) kreasi Arif Hidayat Kelas XII IPS dan Aqshal Dwi Raldo kelas XI IPA siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan, meraih medali emas di Malaysia dalam event International Invention, Innovation and Technologi Exhibition (ITEX) 2018 bagi para ilmuwan muda pada 9-12 Mei 2018 lalu.

Tidak saja meraih medali emas, kreasi ini juga mendapatkan penghargaan khusus dari Hongkong. Meski baru sebatas hasil penelitian, hingga kini San Pemarah diminati oleh masyarakat umum.

"Dalam satu bulan bisa 50 botol terjual, produk ini dipasarkan secara online," kata Gusniarti, guru pembimbing Arif dan Aqshal, Kamis (9/8/2018).

Baca: Jarang Disadari Tapi Fatal, 4 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Saat Mendekorasi Ruang Tamu

Baca: Dikabarkan Overdosis, Berikut 3 Fakta Kondisi Kesehatan Al Ghazali

Baca: VIDEO: Cuplikan Gol Timnas U-23 Indonesia dan Cerita Dibalik Gol Salto Stefano Lilipaly

Khusus Parfum karya anak bangsa ini berbahan baku biji mahoni dan kulit jeruk. Bila disemprotkan pada bagian tubuh mampu bertahan selama 8 jam.

"Proses penelitian berlangsung sekitar satu tahun bekerja sama dengan Laboratorium Universitas Bengkulu," tambahnya.

Produk San Pemarah telah diproduksi dan dipasarkan dengan kemasan botol ukuran 1.000 milliliter, meski terbatas di wilayah Bengkulu dan sekitarnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMA NegerI 2 Bengkulu Selatan, Tarman Hayadi, merasa bangga atas prestasi maksimal dari siswa didiknya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Tarman Hayadi menjelaskan sudah banyak hasil temuan siswanya menyabet prestasi internasional di Seoul, Malaysia, dan Hongkong. Temuan itu berupa es krim anti HIV, biskuit pencegah osteoporosis, dan semprotan ramah lingkungan anti nyamuk demam berdarah.

"Kami berharap pemerintah dapat support penelitian para siswa dan ikut mematenkan serta menjadikan temuan siswa menjadi industri massal yang dapat meningkatkan perekonomian daerah," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Parfum Anti Demam Berdarah Buatan Siswa SMA Ini Diminati Publik", https://regional.kompas.com/read/2018/08/13/08595991/parfum-anti-demam-berdarah-buatan-s iswa-sma-ini-diminati-publik.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved