Kabar Kalsel

Buaya Gigit Kaki Bocah SD, Warga Takut Mandi di Anjir Muara Batola

Camat Anjir Muara Kabupaten Batola Bapak Jaya, juga meminta semua warga menghentikan semua aktivitas sungai sampai sungai Anjir Muara

Buaya Gigit Kaki Bocah SD, Warga Takut Mandi di Anjir Muara Batola
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru BKSD Kalsel Ridwan Efendy mengamati Sungai Anjir Muara tempat terjadinya serangan buaya terhadap seorang bocah SD. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARABAHAN - Pembakal Anjir Serapat Lama , Kecamatan Anjir Muara Km 25, Kabupaten Batola Bapak Fauzi, mengingatkan warganya mulai saat ini tidak lagi mandi di sungai setempat.

Permintaan pembakal ini menyusul kejadian Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola menjadi korban gigitan buaya Sungai Anjir Muara saat mandi bersama teman bermainnya, Senin (30/7/18) pukul 18:00 Wita.

“Mulai saat ini, warga jangan lagi mandi di sungai. Mandilah di dalam rumah atau sumur. Takutnya masih ada buaya bekeliaran di sungai,” kata Fauzi, Selasa (31/7/18) siang.

Camat Anjir Muara Kabupaten Batola Bapak Jaya, juga meminta semua warga menghentikan semua aktivitas sungai sampai sungai Anjir muara benar-benar aman. Kalau perlu dipasang larangan mandi di sungai dulu.

Baca: Bau Kaki Menyengat Bikin Risih, Ini 5 Cara Sederhana untuk Menghilangkannya

Baca: Kambing Bunting Mati Setelah Dirudapaksa Beramai-ramai, 8 Pelaku Diburu Polisi

Baca: Disiarkan Langsung Lewat Akun Facebook, Simak Video Penangkapan Ular Piton 7 Meter Oleh Warga

Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Jerapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola menjadi korban gigitan buaya Sungai Anjir Muara saat mandi bersama teman bermainnya, Senin (30/7/18) pukul 18:00 Wita.

Tak seperti biasa, Rahril bersama Yanto, sang ayah mandi di pinggir Anjir Muara. Tak disangka, saat bocah ini bermain di pinggir sungai, kakikiri Rahril seperti ada yang menarik dan mencengkeram.

“Abah-abah, kaki ulun ada yang mengigut (Ayah, kaki saya ada yang menggigit). Sepertinya buaya kecil,” kata Halimah, (34}, ibu dari Rahril, Selasa (31/7/18) siang di rumahnya RT 02 di kawasan Anjir Jerapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola.

Dijelaskan Halimah, saat digigit buaya, Rahril lansung menjerit. Kontan, Yanto sang ayah langsung menarik tubuh Rahril ke darat.

Namun buaya kecil itu sempat menarik kaki kiri Rahril sehingga sempat terjadi tarik-tarikan Yanto dengan buaya tersebut.

“Suami sempat tarik menarik memperebutkan tubuh Rahril agar tidak dibawa buaya ke sungai. Dari penghilatan suami, buaya itu belum terlalu besar,” kata Halimah.

Usai kejadian, Rahril langsung dibawa ke salah satu bidan desa untuk diberi suntikan agar tidak infeksi karena gigitan buaya tersebut.

Hasil Penelitian BKSDA

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalsel akhirnya mengeluarkan hasil penelitain resmi jenis binatang yang mengigit Muhammad Rahril Ibrahim (10), siswa kelas V SDN Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara Km 25, Kabupaten Batola.

“Hasil identifikasi dokter hewan melalui foto barusan keluar. Dugaan kuat yang menggigit korban adalah buaya dilihat dari bekas gigitan dimana jarak antar gigi cukup panjang,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Kalsel Ridwan Efendy, Rabu (1/8/18).

Dijelaskan Ridwan, bekas gigitan binatang itu panjang dan lebarnya itu sama sehingga positif buaya yang mengigit bocah tersebut. BKSDA Kalsel akan meugaskan anggota untuk melakukan pemantauan di sungai anjir muara di sekitar lokasi kejadian. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved